Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo: Sasaran Kita Nanti 500 Ribu Murid Sampai 2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 14:13
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto dalam Peresmian Sekolah Rakyat Prabowo Subianto dalam Peresmian Sekolah Rakyat (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan target pemerintah membangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029. Hal ini disampaikannya saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimatan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

“Sasaran kita adalah 500 sekolah rakyat sampai tahun 2029 insya Allah akan tercapai,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat masih sekitar 15 ribu dan diperkirakan meningkat menjadi 30 ribu pada akhir tahun.

“Kalau hari ini baru sampai 15.00 0,ujungnya sasaran kita adalah tiap sekolah rakyat adalah 1000 murid, berarti sasaran kita nanti 500.000 murid,” katanya.

Baca Juga: Kagum Siswa Sekolah Rakyat Mahir Berbahasa Asing, Prabowo: Bagusnya Kita Kirim Juga Kerja ke Luar Negeri

Presiden mengapresiasi kerja keras Kementerian Sosial beserta jajaran serta dukungan seluruh menteri dan menko.

“Saya sampaikan penghormatan saya sebesar-besarnya kepada menteri sosial dan jajarannya yang bekerja keras,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang untuk mengubah nasib generasi miskin ekstrem di Indonesia. 

Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini merupakan inisitif langsung Presiden Prabowo Subianto dan menjadi bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

"Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Jum'at, 9 Januari 2026.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

x|close