Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen melalui reformasi menyeluruh terhadap sistem regulasi dan distribusi. Menurut Prabowo, kebijakan tersebut menjadi yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Senin, 12 Januari 2026. Ia menilai kebijakan tersebut memberikan dampak langsung bagi petani, baik dari sisi keterjangkauan harga maupun kepastian ketersediaan pupuk.
"Kita berhasil pertama kali dalam sejarah bangsa kita, kita berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen," ujar Prabowo.
Penurunan harga pupuk tersebut, kata Prabowo, dicapai setelah pemerintah memangkas berbagai regulasi yang selama ini dinilai menghambat proses penyaluran pupuk dari pabrik hingga sampai ke tangan petani. Reformasi sektor pertanian pun menjadi salah satu agenda utama setelah dirinya dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, sejalan dengan target swasembada pangan nasional.
Dalam prosesnya, pemerintah menghapus ratusan aturan yang dianggap tidak efektif serta menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk. Presiden menjelaskan sebelumnya terdapat 145 peraturan yang melibatkan 11 kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, sehingga membuat jalur distribusi pupuk bersubsidi menjadi panjang dan berdampak pada tingginya harga di tingkat petani.
"Kita hilangkan itu semua, 145 peraturan kita hapus dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan, cukup 1 tanda tangan, 1 instruksi. Kemudian pupuk itu langsung ke petani dan petani tidak perlu pakai macam-macam, cukup kartu penduduk," kata Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sempat melaporkan potensi penurunan harga pupuk yang bisa mencapai 25 persen. Namun, pemerintah memutuskan untuk menahan sebagian penurunan tersebut agar industri pupuk tetap memperoleh keuntungan yang wajar.
Meski harga diturunkan, Prabowo menyebut volume penyaluran pupuk justru mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 700 ribu ton.
Selain soal pupuk, Presiden turut menyinggung peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan dari angka 106 menjadi 125, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.
"Sekarang juga perberasan, perberasan petani-petani beras sekarang penghasilannya naik. Nilai tukar petani naik, dari 106 jadi 125, tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia," jelasnya.
Menurut Prabowo, berbagai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antar kementerian dan lembaga. Ia pun menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
(Sumber: Antara)
Prabowo Subianto (Istimewa)