DPR Protes Harga Tiket Pesawat ke Manado Sama dengan ke Jepang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 21:30
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gedung DPR Gedung DPR (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menyoroti mahalnya harga tiket pesawat dengan tujuan domestik. Kondisi ini yang dinilai menjadi salah satu faktor utama menurunnya kunjungan wisata. Utamanya ke Sulawesi Utara (Sulut).

Hal tersebut dinyatakan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim, usai mengikuti agenda Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI di Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 28 April 2026.

Menurut dia, persoalan mahalnya harga tiket pesawat juga menjadi perhatian yang disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam pertemuan tersebut.

“Tadi juga disampaikan oleh Gubernur, salah satu yang membuat kunjungan pariwisata menurun adalah tiket yang mahal,” ujar Chusnunia.

Menurut dia, pemerintah melalui kementerian terkait sebenarnya telah mengupayakan sejumlah langkah, salah satunya dengan memberikan insentif seperti penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada komponen tertentu guna menekan harga tiket. Tapi, di sisi lain, kenaikan harga avtur yang baru diputuskan juga turut memberi tekanan tambahan terhadap harga tiket penerbangan.

“Dari kementerian pariwisata disampaikan salah satunya dihilangkan PPN-nya untuk mengurangi beban tiket. Meskipun kita nggak bisa menghindar dari kenaikan harga avtur, yang minggu lalu sudah diputuskan naik, pasti berpengaruh lagi,” papar dia.

Chusnul mengungkapkan, sejak awal DPR RI telah mengkritisi tingginya harga tiket domestik yang dinilai tidak rasional. Bahkan, dalam banyak kasus, dia menilai harga tiket penerbangan dalam negeri justru lebih mahal dibandingkan rute internasional.

“Sebelum naik saja, DPR kita juga sudah teriak-teriak dengan harga tiket domestik yang luar biasa mahal, bahkan jauh lebih mahal daripada tiket ke luar negeri,” tuturnya.

Kendati berbagai insentif telah diupayakan pemerintah, Chusnunia mengungkapkan dampaknya pun belum signifikan. Apabila dibiarkan, ia mengingatkan kondisi ini bisa menjadi hambatan serius bagi upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah, termasuk Sulawesi Utara.

“Gimana orang mau ke Sulawesi Utara, ke Manado, harga tiketnya Rp4 juta untuk ekonomi, bisnisnya hampir Rp10 juta. Hampir sama seperti harga tiket ke Australia atau Jepang, bahkan bisa lebih murah ke luar negeri,” tandasnya.

x|close