Pohon Randu Alas Borobudur Batal Ditebang, Isu Mistis Ramai Diperbincangkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jan 2026, 04:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pohon Randu Alas Borobudur Pohon Randu Alas Borobudur (Instagram @liputan.magelang)

Ntvnews.id, Jakarta - Pohon randu alas berusia ratusan tahun yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang batal ditebang hari ini, Senin, 12 Jnuari 2026.

Keputusan tersebut memantik perhatian publik setelah beredar luas narasi di media sosial yang mengaitkan penghentian penebangan dengan fenomena mistis.

Isu tersebut mencuat usai beredarnya video dan unggahan yang menyebut batang pohon mengeluarkan cairan merah menyerupai darah saat salah satu dahannya dipotong.

Bahkan, disebutkan pula adanya insiden mesin gergaji yang tiba-tiba mati serta seorang anak yang terluka saat menyaksikan proses pemotongan, meski berada cukup jauh dari lokasi.

"Proses pemotongan pohon randualas diborobudur dihentikan. Baru ditebang 1 dahan pukul 10.00 tadi keluar darah dan geraji tiba-tiba mati sampai ganti 2x dan geraji tiba-toba mengenai seorang anak yang sedang menyaksikan pemotongan pohon tersebut, padahal jarak anak dengan pohon sangatlah jauh," tulis keterangan postingan akun Instagram @infokabarmagelang, dikutip Senin, 12 Januari 2025.

Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun, Sejak Senin, 12 Januari 2026 pagi, warga bersama pemerintah desa menggelar slametan atau ingkungan, yakni tradisi adat Jawa yang biasa dilakukan.

Baca Juga: 19.972 Pohon Dipangkas untuk Antisipasi Tumbang di Jakarta Selatan

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO KABAR MAGELANG (@infokabarmagelang)

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Depan Hotel Dalton Makassar

Kepala Desa Tuksongo, M Abdul Karim menjelaskan bahwa rencana awal penanganan pohon dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB setelah selamatan digelar.

Namun, proses penebangan ditunda sementara. Menurut Abdul Karim, keputusan itu diambil setelah adanya arahan dari pihak kabupaten untuk melakukan kajian lebih lanjut.

"Sementara ditunda dulu. Tim dari pak bupati ingin meneliti apakah pohon ini masih bisa diselamatkan. Kalau masih bisa, kemungkinan tidak jadi ditebang, hanya ranting-ranting rapuh yang dibersihkan," ucapnya, dikutip dari RadarJogja.

Pada siang hari, tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang tiba di lokasi. Saat itu, aktivitas penebangan sudah dihentikan, ditambah kondisi cuaca yang kurang bersahabat karena hujan deras mengguyur wilayah Borobudur.

Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Penataan Lingkungan DLH Kabupaten Magelang, Joni Budi Hermanto meluruskan informasi yang berkembang di media sosial. Ia menegaskan bahwa cairan merah yang keluar dari batang pohon bukanlah darah maupun kejadian supranatural.

"Beberapa jenis pohon memang memiliki getah berwarna merah. Randu alas merah ini salah satunya. Itu getah biasa, bukan darah atau kejadian mistis," jelasnya.

 

x|close