Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak seperti yang terjadi ke pada artis Aurelie Moeremans.
"Pemahaman masyarakat terhadap tanda-tanda awal grooming menjadi sangat penting dan dibutuhkan sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Kami harapkan masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan melindungi anak-anak agar tidak terjebak dalam bujuk rayu pelaku," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu, 13 Januari 2026.
Menurut Arifah Fauzi, praktik child grooming dan kekerasan seksual terhadap anak masih menjadi ancaman nyata di lingkungan masyarakat, sehingga memerlukan kewaspadaan serta peran aktif seluruh elemen, terutama keluarga dan lingkungan terdekat anak.
Praktik child grooming dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk keluarga, komunitas, hingga satuan pendidikan.
Baca Juga: Respons Hesti Purwadinata Usai 'Diteror' Roby Tremonti Soal Broken Strings
"Pola pendekatan yang tampak wajar ini sering kali luput dari pengawasan," ujar Arifah Fauzi.
Perhatian publik terhadap isu child grooming semakin meningkat seiring terbitnya buku berjudul The Broken String, karya figur publik Aurelie Moeremans, yang memuat pengalaman pribadinya terkait kekerasan seksual.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menilai karya tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak adalah nyata, dapat terjadi pada siapa saja, dan membutuhkan upaya bersama untuk memperkuat sistem perlindungan anak.
Menteri Arifah Fauzi meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi child grooming melalui Unit Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) terdekat atau layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) via call center 129 dan WhatsApp 08111-129-129.
Baca Juga: Roby Tremonti Merasa Kesindir dengan Tulisan Aurelie di Broken Strings
(Sumber: Antara)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menghadiri kegiatan doa bersama untuk korban bencana alam Sumatra di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. ANTARA/HO-KemenPPPA (Antara)