Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi menyampaikan kepada Iran bahwa kerajaan tidak akan membiarkan wilayah darat maupun udara mereka digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.
Dua sumber yang mengetahui sikap pemerintah Saudi menyebutkan pernyataan itu disampaikan menyusul ancaman Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran.
Dilansir dari AFP, Kamis, 15 Januari 2026, pesan tersebut disampaikan di tengah peringatan Washington bahwa AS dapat merespons keras tindakan pemerintah Iran dalam menghadapi gelombang protes. Di sisi lain, Teheran menegaskan akan menyerang aset militer serta perkapalan AS apabila terjadi serangan baru.
"Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadapnya, dan bahwa wilayah dan wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan itu," ujar seorang sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.
Sumber lain yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Saudi juga mengonfirmasi bahwa pesan tersebut telah disampaikan langsung kepada pihak Iran. Diketahui, Amerika Serikat memiliki sejumlah aset militer di kawasan Teluk, termasuk di Arab Saudi.
Baca Juga: Istana: Prabowo Diskusi dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar Bahas Arah Pendidikan Nasional
Di tengah meningkatnya ketegangan regional, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi mengimbau seluruh personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi instalasi militer. Imbauan ini dikeluarkan setelah Washington menyampaikan ancaman akan menanggapi keras langkah represif pemerintah Iran terhadap aksi protes di dalam negeri.
"Mengingat ketegangan regional yang sedang berlangsung, misi AS di Arab Saudi telah menyarankan personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut. Kami merekomendasikan warga negara Amerika di kerajaan untuk melakukan hal yang sama," demikian pernyataan Kedutaan Besar AS yang dimuat di situs resminya.
Langkah Arab Saudi ini dinilai sebagai upaya menjaga posisi netral dan mencegah wilayahnya terseret dalam eskalasi konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat KTT G20 di Osaka, Jepang, 28 Juni 2019. (ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa) (Antara)