Rano Karno: Rp100 Miliar Bukan Cuma untuk Bongkar Monorel, Tapi Bangun Infrastruktur Rasuna Said

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 15:31
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Proses pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, resmi dimulai sejak Rabu, 14 Januari 2026.

Langkah ini menjadi babak awal penataan kawasan strategis yang selama lebih dari 20 tahun terganggu oleh proyek monorel terbengkalai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan bahwa anggaran Rp100 miliar yang ramai diperbincangkan publik bukan hanya dialokasikan untuk pemotongan tiang monorel. Menurutnya, dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan dan penataan infrastruktur kawasan Rasuna Said secara menyeluruh.

Pria yang akrab disapa Bang Doel tersebut menjelaskan, selama ini terdapat ketimpangan antara sisi kiri dan kanan Jalan Rasuna Said. Salah satu dampaknya adalah hilangnya ruang terbuka hijau dan taman kota di sejumlah titik.

"Mungkin teman-teman enggak sadar ya, antara Rasuna Said jalan kiri dengan jalan kanan itu berbeda. Yang kanan itu sudah gak ada lagi. Apa tuh? Tamannya yang memang itu sudah gak ada. Nah itu akan kita buat," kata Rano di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga: Rano Karno Ungkap Strategi Pemprov DKI Hadapi Banjir Jakarta

Rano Karno <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Rano Karno (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Tiang Monorel Mangkrak 22 Tahun di Rasuna Said Dibongkar Pukul 23.00: Satu Tiang Satu Malam

Ia pun menerangkan, biaya pembongkaran tiang monorel sendiri hanya sekitar Rp254 juta. Sementara anggaran hingga Rp100 miliar digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung dari kawasan Menteng hingga ujung Rasuna Said.

"Rp100 miliar itu bukan buat biaya tebang monorel. Kalau tebang monorel cuma Rp254 juta. Tapi untuk membuat infrastruktur sepanjang dari mulai menteng sampai ujung," tegas Rano Karno.

Senada dengan Rano Karno, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa dana ratusan miliar tersebut merupakan anggaran penataan kawasan, bukan semata biaya pembongkaran monorel mangkrak.

"Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya Rp254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestarian, diperkirakan 102 miliar rupiah," ujarnya saat meninjau pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Rabu, 14 Januari 2026.

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, penataan Rasuna Said bertujuan menciptakan kawasan yang lebih rapi, nyaman, hijau, dan ramah bagi pejalan kaki maupun pengguna jalan.

x|close