A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BPOM Ungkap Alasan Penarikan Susu Formula Bayi Nestlé - Ntvnews.id

BPOM Ungkap Alasan Penarikan Susu Formula Bayi Nestlé

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 20:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BPOM Taruna Ikrar Kepala BPOM Taruna Ikrar (Dok. BPOM)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkapkan alasan di balik penarikan produk formula bayi keluaran Nestlé yang belakangan menjadi perhatian publik.

Ditemui di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026, Taruna menjelaskan terdapat potensi cemaran toksin cereulide pada produk S-26 Promil Gold pHPro 1, yakni formula bayi usia 0–6 bulan, dengan nomor izin edar ML 562209063696 serta nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1.

"Untuk kehati-hatian, Badan POM sudah meminta supaya produk tersebut spesifik yang untuk 0-6 bulan itu ditarik," katanya.

Ia menjelaskan toksin cereulide merupakan jenis toksin yang memiliki ketahanan terhadap suhu tertentu. Apabila dikonsumsi melebihi ambang batas yang diperbolehkan, toksin tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi.

Baca Juga: Ada Toksin di Susu Formula Bayi Nestle, BPOM Lakukan Ini...

Jika terpapar, menurut Taruna, bayi berpotensi mengalami muntah-muntah sebagai gejala awal.

"Nah kemudian ada gejala neurologisnya, misalnya anak itu kayak kurang sadar, kemudian ada gejala lain tentu adalah ada yang diare," ujarnya.

Meski demikian, Taruna menegaskan hingga saat ini BPOM belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait bayi yang mengalami gejala-gejala tersebut akibat konsumsi produk dimaksud.

"Tapi yang jelas dari pihak Nestlé yang sudah masih ada di gudang kita minta untuk dimusnahkan, kemudian yang sudah terkirim ke masyarakat untuk ditarik," ucapnya.

Baca Juga: Imbas Notifikasi Uni Eropa, BPOM Instruksikan Nestle Hentikan Sementara Distribusi Formula Bayi

Ia menambahkan, langkah penarikan tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini mengingat produk tersebut dikonsumsi oleh bayi.

"Karena ini produk untuk bayi tentu kita sangat perlu berhati-hati. Lebih bagus mencegah sebelum terjadi, daripada sudah terjadi keracunan karena bisa fatal. Oleh karena itu kita meminta supaya itu ditarik," tambah Taruna Ikrar.

Diketahui sebelumnya, BPOM telah memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara importasi produk formula bayi. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas notifikasi dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF).

Sementara itu, Nestle Indonesia telah memberikan pernyataan resmi mereka terkait hal ini. Mereka menegaskan seluruh produk yang beredar di Indonesia, termasuk Wyeth Nutrition S-26 Promil Gold pHPro 1, telah memenuhi standar keamanan dan mutu pangan sesuai ketentuan otoritas setempat serta aman untuk dikonsumsi. Mereka juga menekankan bahwa isu yang memicu penarikan produk di luar negeri tidak berkaitan dengan fasilitas produksi di Indonesia dan seluruh pabrik lokal dipastikan aman serta tidak terdampak.

(Sumber: Antara) 

x|close