Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melindungi keselamatan warga saat banjir berpotensi terjadi.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai dan pekerja, serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk dunia pendidikan jika kondisi banjir dinilai mengganggu aktivitas.
Pramono menjelaskan, kebijakan tersebut akan diberlakukan apabila banjir terjadi pada hari kerja. Ia mencontohkan hujan deras yang mengguyur Jakarta pada akhir pekan lalu tidak memerlukan kebijakan WFH karena bertepatan dengan hari libur panjang.
“Kalau memang akan terulang kembali dan mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan libur panjang sehingga tidak memerlukan 'Work From Home'," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Tak hanya sektor pekerjaan, sekolah-sekolah di Jakarta juga berpotensi menerapkan PJJ apabila banjir dinilai cukup parah dan berisiko mengganggu keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," sambungnya.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Luncurkan 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Meski menyiapkan kebijakan WFH dan PJJ, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap memprioritaskan upaya pencegahan dan penanganan banjir. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan intensitas hujan ekstrem.
Selain itu, Pramono juga menginstruksikan agar seluruh pompa air milik Pemprov DKI Jakarta dioperasikan secara maksimal. Menurutnya, keberadaan dan kesiapan pompa menjadi faktor penting yang membuat banjir di Jakarta relatif cepat surut dibandingkan wilayah lain.
“Hampir sepanjang Pantai Utara Jawa hari ini juga masih kebanjiran semua. Tetapi kenapa di Jakarta bisa cepat surut? Karena memang fasilitas pompanya cukup untuk melakukan itu," terangnya.
Namun demikian, Pramono mengakui bahwa curah hujan ekstrem di atas 250 milimeter tetap berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah wilayah Jakarta, meski sistem pengendalian banjir telah dioptimalkan.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)