Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas rencana pemanfaatan lahan Meikarta sebagai lokasi pembangunan rumah susun bersubsidi.
Maruarar Sirait bersama jajaran Kementerian PKP tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 10.56 WIB. Namun, Ara tidak memberikan keterangan kepada awak media terkait kedatangannya dan langsung memasuki gedung KPK.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa pimpinan KPK menerima audiensi dari Menteri PKP guna membahas rencana penggunaan lahan Meikarta.
Baca Juga: Menteri PKP Sebut Meikarta Jadi Salah Satu Opsi Lokasi Rusun Subsidi
"Betul, hari ini terjadwal Pimpinan KPK menerima audiensi Pak Menteri PKP bersama jajaran. Di antaranya akan membahas pemanfaatan lahan Meikarta yang rencananya digunakan untuk Rusun Bersubsidi," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Budi menyampaikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi mendukung langkah Menteri PKP yang melibatkan KPK sejak awal guna mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: Maruarar Tegaskan Masalah Meikarta Diselesaikan Lewat Musyawarah Mufakat
"KPK tentunya mendukung inisiatif positif ini, agar kita bisa memitigasi risiko korupsi dengan mengoptimalkan aspek pencegahan serta fungsi koordinasi supervisi KPK," ujarnya.
Ia berharap sinergi yang terjalin antara KPK dan Kementerian PKP dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Sehingga pemanfaatan aset untuk kemaslahatan masyarakat menjadi lebih nyata dan optimal," ujarnya.
(Sumber: Antara)
Arsip. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menanggapi pertanyaan awak media di sela acara “Peningkatan Sinergi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Strategis Sektor Perumahan Tahun 2026” di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026. ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira. (Antara)