Ntvnews.id, Jakarta - Transformasi digital di Jakarta kian menunjukkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar tradisional DKI Jakarta tercatat meningkat signifikan hingga 47 persen.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa lonjakan transaksi digital, khususnya melalui QRIS, menjadi salah satu indikator kuat keberhasilan digitalisasi ekonomi di Ibu Kota.
"Kanal pembayaran QRIS yang seperti kita ketahui bersama mengalami peningkatan yang cukup besar. Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen," kata Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Balai Kota Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan, volume transaksi QRIS di Jakarta mencapai 5,02 miliar transaksi, tumbuh 177 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memberikan kontribusi besar terhadap capaian nasional, yakni 36,78 persen.
Baca Juga: Pramono: Inflasi Jakarta Terjaga 2,63 Persen
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Strategi Pramono Kendalikan Inflasi, Ekonomi Jakarta Tetap Stabil di Akhir 2025
Dari sisi pelaku usaha, jumlah merchant QRIS di Jakarta mencapai 6,52 juta, dengan pertumbuhan 14,45 persen, sekaligus menyumbang 15,54 persen terhadap total merchant QRIS nasional. Sementara itu, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 6,14 juta, tumbuh 3,44 persen, dan berkontribusi 10,42 persen secara nasional.
Peningkatan transaksi digital ini juga sejalan dengan menguatnya konsumsi rumah tangga, yang menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta. Pramono menyebut konsumsi rumah tangga berkontribusi 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
"Indeks Keyakinan Konsumen dalam hal ini cukup optimistik dan tinggi, 145,33 persen, mencerminkan persepsi positif atas stabilitas ekonomi Jakarta yang terjaga pada saat ini," tandasnya.
Pasar Kombongan Kemayoran (NTVNews.id/Adiansyah)