Jakarta Siagakan 1.204 Pompa untuk Tangani Banjir Akibat Hujan Ekstrem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jan 2026, 09:24
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir di D.I Panjaitan Cawang Banjir di D.I Panjaitan Cawang (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansya)

Ntvnews.id, JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 1.204 unit pompa air untuk menangani banjir yang dipicu curah hujan sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Ibu Kota. Ribuan pompa tersebut dioperasikan secara maksimal guna mempercepat penanganan genangan dan meminimalkan dampak banjir di kawasan terdampak.

Ribuan unit pompa itu terdiri dari 668 pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi, serta 536 pompa bergerak yang disiagakan di lima wilayah administrasi Jakarta. Seluruh pompa dioptimalkan sesuai karakteristik wilayah dan kondisi lapangan, terutama di titik-titik rawan genangan yang membutuhkan respons cepat.

Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi, menjelaskan bahwa pompa bergerak memiliki peran penting dalam menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani oleh sistem pompa permanen.

"Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi dilansir Antara, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Waspada! 125 RT dan 14 Ruas Jalan Jakarta Masih Terendam Banjir

Selain mengoperasikan pompa, Dinas SDA DKI Jakarta juga menyiagakan ribuan personel lapangan yang tergabung dalam pasukan biru. Personel ini disiapkan untuk mendukung upaya mitigasi, termasuk mengantisipasi potensi banjir rob di wilayah pesisir Jakarta.

"Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir," kata dia.

Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi terpadu yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi cuaca ekstrem. Dengan pengerahan pompa dan personel secara masif, Pemprov DKI berharap genangan air dapat segera surut dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

Baca Juga: Kabel Bawah Laut Diduga Kena Jangkar, Ini yang bikin Internet Telkomsel dan IndiHome Terganggu

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya genangan atau banjir.

Warga juga diminta untuk memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) melalui laman resmi https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, menggunakan aplikasi JAKI, atau menghubungi layanan darurat 112 jika menghadapi situasi darurat.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta pada periode 22–24 Januari 2026. Hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22–23 Januari 2026, sementara hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi berlanjut pada 24 Januari 2026.

Kondisi cuaca tersebut berisiko menimbulkan dampak hidrometeorologi, termasuk genangan dan banjir di sejumlah wilayah Jakarta, sehingga upaya pengerahan 1.204 unit pompa menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas dan keselamatan wilayah Ibu Kota.

x|close