Ntvnews.id, Jakarta - Banjir di kawasan Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat pagi tadi, 23 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, membuat 32 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
"Di sini terdampak kurang lebih 32 KK ya, di RW 01 dan RW 04 tapi hanya sampai jalan tidak sampai ke rumah," kata Camat Mampang Prapatan, Jazuri saat ditemui di lokasi banjir Jakarta.
Jazuri menyampaikan bahwa pada Kamis 22 Januari 2026, banjir sempat surut seiring meredanya hujan. Namun hari ini, Jumat pagi ketinggian air kembali meningkat hingga mencapai sekitar 80 sentimeter. Meski demikian, warga belum bersedia dievakuasi karena air belum masuk ke dalam rumah.
Ilustrasi banjir (Pixabay/ jsptoa)
Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan proses evakuasi dan mengimbau warga untuk segera mengungsi apabila ketinggian air melampaui 100 hingga 150 sentimeter.
“Kita siap evakuasi dan kita anjurkan mereka segera pindah kalau memang sudah ketinggian,” ujarnya.
Baca Juga: Selain WFH untuk Pekerja, DKI Tetapkan Sekolah Jarak Jauh Sampai 27 Januari 2026
Petugas Kepolisian bersama BPBD Jakarta Selatan dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan terus berjaga di lokasi. Mereka melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi warga, khususnya yang sakit atau membutuhkan bantuan, mengingat keterbatasan komunikasi di kawasan terdampak.
Jazuri memastikan banjir dapat surut dengan cepat karena aliran tali air di wilayah Pondok Karya sudah berfungsi dengan baik. Ia memperkirakan air akan surut dalam waktu dua hingga tiga jam, meski hujan yang kembali turun menjadi kendala.
Sementara itu, BPBD mencatat hingga pukul 08.00 WIB terdapat 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta yang masih tergenang banjir.
Banjir Rendam Pondok Karya, 32 KK Terdampak (ANTARA/Luthfia Miranda Putri)