27 Ribu Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jan 2026, 15:07
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kedua kanan) memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026. (ANTARA/Shofi Ayudiana) Menteri Koperasi Ferry Juliantono (kedua kanan) memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026. (ANTARA/Shofi Ayudiana) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih ditargetkan siap beroperasi pada April 2026 sebagai tahap awal penguatan ekonomi desa.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026, Ferry mengungkapkan hingga Januari 2026 sebanyak 27.191 Kopdes/Kel Merah Putih masih dalam tahap pembangunan. Pembangunan fisik koperasi beserta gudang dan berbagai perlengkapan pendukung ditargetkan rampung pada Maret atau paling lambat April 2026.

Ia menjelaskan, selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia koperasi, mulai dari pengawas, pengurus, hingga sistem informasi manajemen agar koperasi dapat langsung beroperasi secara optimal setelah seluruh fasilitas selesai dibangun.

“Insyaallah Maret atau paling lambat April sudah selesai bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya,” ujarnya.

Baca Juga: Menkop: Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Solusi Lapangan Kerja Anak Muda

Ferry menambahkan, 27 ribu koperasi yang tengah dibangun tersebut merupakan tahap pertama dari target nasional 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih. Setelah pembangunan rampung, koperasi akan diuji coba secara bertahap sebelum beroperasi penuh.

“Jadi nanti bertahap dan seperti yang disampaikan oleh Presiden nanti akan mencapai 80 ribu koperasi di akhir tahun ini,” ucap dia.

Program pembangunan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025. Pemerintah berharap koperasi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi secara nasional.

Dari sisi pendanaan, program ini melibatkan berbagai sumber, antara lain APBN, APBD, Dana Desa, serta dukungan BUMN. Salah satu BUMN yang terlibat adalah PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang ditugaskan membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi.

Baca Juga: Menkop Percepat Pembangunan 80 Ribu Gerai Fisik Kopdes Merah Putih

Setiap unit koperasi akan memperoleh plafon pendanaan sebesar Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi capital expenditure (capex) berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sementara Rp500 juta digunakan untuk biaya operasional atau operational expenditure (opex).

Infrastruktur Kopdes/Kel Merah Putih dirancang mencakup tujuh gerai wajib, yakni kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin atau cold storage, serta sarana logistik.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan 80 ribu koperasi yang telah memiliki legalitas dapat beroperasi penuh pada Maret 2026, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan sumber daya pendukung.

(Sumber: Antara) 

x|close