Semen Merah Putih Perkuat Strategi Keberlanjutan Lewat Green Cement dan Efisiensi Industri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jan 2026, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Semen Merah Putih Perkuat Strategi Keberlanjutan Lewat Green Cement dan Efisiensi Industri Semen Merah Putih Perkuat Strategi Keberlanjutan Lewat Green Cement dan Efisiensi Industri (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Jakarta - PT Cemindo Gemilang Tbk melalui merek Semen Merah Putih menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan guna menjaga daya saing industri material konstruksi. Langkah ini ditempuh di tengah tekanan pasar, kondisi oversupply, serta meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi lingkungan.

Di saat industri semen nasional masih dibayangi tingkat utilisasi yang rendah, dengan pemanfaatan kapasitas produksi pada 2025 berada di kisaran 54 persen dan overcapacity lebih dari 56 juta ton, Semen Merah Putih memilih pendekatan menyeluruh. Perusahaan memperkuat praktik berkelanjutan sebagai fondasi bisnis jangka panjang melalui peningkatan efisiensi energi, optimalisasi proses produksi dan logistik, serta pengembangan portofolio green cement yang selaras dengan kebutuhan pasar dan kebijakan pembangunan nasional.

Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk, Surindro Kalbu Adi, menyampaikan bahwa keberlanjutan kini tidak lagi diposisikan sebagai agenda tambahan, melainkan menjadi cara industri beroperasi saat ini.

“Sustainability kami posisikan sebagai bagian dari cara industri bekerja hari ini, bukan sekadar inisiatif tambahan. Dimana di Semen Merah Putih, praktik sustainability itu dibagi dalam 4 pillar, process, product, people dan planet. Pendekatan ini penting agar pendekatan sustainability kami lebih holistik dan terintegrasi dalam mendukung pembangunan nasional tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Surindro.

Baca Juga: Progres Terbaru Hunian Sementara di Sumbar, dari Batang Anai hingga Kota Padang Hampir Rampung

Pendekatan tersebut turut mendorong kinerja positif Semen Merah Putih dengan pertumbuhan sekitar 4,2 persen di area relevan sepanjang 2025, di tengah perlambatan permintaan industri semen nasional. Pada periode 2024–2025, volume penjualan domestik industri semen tercatat turun sekitar 1,5 persen, dari sekitar 64,95 juta ton pada 2024 menjadi 63,85 juta ton pada 2025. Penurunan terjadi hampir di seluruh wilayah akibat melambatnya proyek infrastruktur dan konstruksi, termasuk dampak perlambatan pembangunan Ibu Kota Nusantara, sementara pertumbuhan positif hanya tercatat di kawasan Indonesia timur.

Efisiensi Energi sebagai Basis Ketahanan Operasional

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Semen Merah Putih terus memperkuat efisiensi energi sebagai landasan transformasi industri. Perusahaan saat ini mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) dengan kapasitas total 2 x 15 MW di Indonesia dan 13 MW di Vietnam. Sistem ini mampu memasok sekitar 24 persen kebutuhan energi dalam proses produksi klinker serta menurunkan emisi sekitar 100 ribu ton CO₂ per tahun.

Selama periode 2016–2024, intensitas emisi karbon perusahaan berhasil ditekan sekitar 21 persen per ton semen. Capaian ini didorong oleh penerapan efisiensi energi, optimalisasi premix yang mengurangi kebutuhan energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.

Di sektor logistik, efisiensi juga dilakukan melalui penggunaan 17 unit truk listrik di area quarry dan 23 forklift listrik, yang secara total berkontribusi menurunkan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.

Selain aspek proses dan produk, Semen Merah Putih juga mengembangkan inovasi lanjutan, salah satunya MPTree, solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga. Inovasi ini telah diuji coba melalui prototipe di pabrik Jatiasih dan direncanakan diperluas ke ruang publik serta area transportasi.

Green Cement Dorong Inovasi Produk dan Pertumbuhan

Upaya efisiensi tersebut diterjemahkan ke dalam strategi produk dengan mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield. Produk-produk ini dirancang dengan jejak karbon lebih rendah sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi performa konstruksi.

Saat ini, porsi produk non-OPC dalam portofolio Semen Merah Putih telah mencapai 81 persen, melampaui rata-rata industri yang masih di kisaran 71 persen. Seluruh produk juga telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI), dengan mayoritas meraih peringkat Platinum.

Produk hydraulic cement, termasuk FLEXIPLUS, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025 dan ditargetkan tumbuh sekitar 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya permintaan terhadap material konstruksi berkelanjutan.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai transisi menuju material konstruksi ramah lingkungan kini telah menjadi kebutuhan industri. “Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza.

Kolaborasi Industri dan Tantangan Pasar

Semen Merah Putih Perkuat Strategi Keberlanjutan Lewat Green Cement dan Efisiensi Industri <b>(Istimewa)</b> Semen Merah Putih Perkuat Strategi Keberlanjutan Lewat Green Cement dan Efisiensi Industri (Istimewa)

Dari sisi kebijakan, Kementerian Perindustrian memandang 2026 sebagai fase krusial dalam transformasi industri nasional menuju industri hijau yang berdaya saing. Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, menekankan bahwa transformasi industri hijau tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga penguatan struktur dan daya saing industri.

“Transformasi industri hijau harus menghasilkan dampak nyata, baik dari sisi efisiensi sumber daya maupun peningkatan daya saing industri. Inovasi yang aplikatif dan relevan menjadi kunci agar industri hijau mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan, dan yang lebih penting keberlanjutan tidak boleh mengorbankan daya saing,” ujar Apit.

Ia menambahkan, industri bahan bangunan, khususnya semen, memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas pembangunan, efisiensi sumber daya, dan dampak lingkungan jangka panjang.

“Pengembangan inovasi proses dan teknologi di industri semen menjadi sangat penting karena menentukan kualitas hasil pembangunan sekaligus efisiensi penggunaan sumber daya alam,” jelasnya.

Kolaborasi antara industri semen dan pemerintah juga dinilai semakin penting, terutama dalam sektor perumahan. Pemerintah menilai tantangan perumahan nasional tidak hanya soal ketersediaan hunian, tetapi juga kualitas bangunan, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan perkotaan.

Kepala Subdirektorat Wilayah I Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Adji Krisbandono, menyampaikan bahwa laju urbanisasi yang tinggi masih memicu backlog perumahan di berbagai kota. “Kebutuhan hunian di kawasan perkotaan masih sangat besar, terutama untuk MBR. Pertumbuhan urbanisasi yang tinggi membuat backlog perumahan menjadi salah satu tantangan nasional yang perlu ditangani secara berkelanjutan,” jelas Adji.

Momentum 15 Tahun Cemindo Gemilang

Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang juga memperkuat pilar keberlanjutan berbasis manusia (people), baik secara internal melalui karyawan dan keluarganya, maupun eksternal seperti tukang, kontraktor, toko, dan distributor. Inisiatif tersebut dijalankan melalui Mandor Pintar Institute, kegiatan specifier roadshow, serta program apresiasi bagi karyawan, distributor, retailer, dan komunitas konstruksi.

Oza menegaskan bahwa transformasi industri tidak dapat berjalan sendiri. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan efisiensi, tetapi juga pembangunan ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Sejalan dengan kebijakan pemerintah bahwa keberlanjutan tidak boleh mengorbankan kualitas, Semen Merah Putih berkomitmen menerapkan prinsip tersebut secara konsisten dalam setiap inovasi produk.

“Lewat pendekatan ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi industri yang kami jalankan benar-benar relevan dan berdampak bagi pembangunan nasional ke depan, serta sejalan dengan arah kebijakan pemerintah,” tutupnya.

x|close