Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jan 2026, 08:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Luqman Hakim Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Luqman Hakim (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pelayanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan diperluas pada 2026 dengan menambahkan layanan penanganan gratis sebagai tindak lanjut pemeriksaan.

Budi mengatakan, perluasan dilakukan karena tujuan utama program CKG bukan sekadar melakukan skrining sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui upaya pencegahan dan penanganan dini sebelum risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit serius.

“Tahun kedua ini, kita mau ada pencegahan dan penanganan. Yang saya ingin sampaikan, bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis,” ujar Budi dalam konferensi pers Capaian dan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis, Jumat, 23 Januari 2026.

Lebih lanjut, Budi menuturkan skema penanganan medis gratis yang akan diterapkan tahun ini.

Pada tahap awal, masyarakat dapat mengunjungi puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis gratis. Setelah pemeriksaan, masyarakat akan menerima “rapor” kesehatan yang terbagi dalam tiga kategori warna, yakni merah, kuning, dan hijau.

Baca Juga: Kemenkes: Aktivitas Fisik Rendah Jadi Masalah Kesehatan Tertinggi Peserta CKG

Budi menjelaskan bahwa rapor merah menunjukkan kondisi tidak sehat, rapor kuning menandakan kondisi kurang sehat, sementara rapor hijau mencerminkan kondisi sehat.

Selanjutnya, penanganan kesehatan bagi masyarakat akan disesuaikan dengan kategori rapor yang diterima.

“Ini pilot project-nya sudah jalan. Agar apa? Agar mereka kembali menjadi sehat. Agar mereka yang kurang sehat, atau rapornya kuning, dan yang tidak sehat rapornya merah kembali menjadi sehat,” imbuh dia.

Kendati demikian, Budi memberikan catatan khusus terkait mekanisme pembiayaan penanganan medis lanjutan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin  <b>(Istimewa)</b> Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Istimewa)

Menurutnya, penanganan akan diberikan secara gratis dalam waktu 15 hari pertama setelah skrining. Setelahnya, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan gratis asal memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.

Jika tidak memiliki keanggotaan BPJS, maka masyarakat harus membayar penanganan medis setelah 15 hari pertama.

Baca Juga: CKG Sekolah, Membangun Budaya Sehat Sejak Dini

“Itulah sebabnya saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat,” ujar Budi.

Program CKG merupakan inisiatif pemerintah yang dimulai pada tahun lalu untuk memberikan layanan skrining kesehatan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia.

Program ini ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Adapun pada tahun ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 136 juta orang untuk berpartisipasi pada program CKG.

x|close