Ntvnews.id, Jakarta - Istilah podgeter belakangan ramai diperbincangkan di media sosial setelah diungkapkan oleh DJ Dinar Candy. Fenomena ini memicu rasa penasaran publik, terutama soal perbedaan antara podgeter, pod biasa, dan vape yang selama ini dikenal sebagai rokok elektronik.
Selama ini, pod dan vape sudah akrab digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai alternatif rokok konvensional. Namun, kemunculan podgeter disebut-sebut memiliki risiko yang jauh lebih berbahaya dibandingkan dua jenis rokok elektronik tersebut.
Lantas, apa sebenarnya podgeter dan apa yang membedakannya dari vape maupun pod biasa? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Podgeter?
Istilah podgeter mulai ramai setelah Dinar Candy mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap rokok elektronik jenis ini. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengimbau agar generasi muda tidak tergoda untuk mencoba benda tersebut.
Dalam unggahannya, Dinar menyebut podgeter memiliki tampilan menyerupai vape, namun berukuran lebih kecil dan diduga mengandung zat berbahaya. Ia mengaku sering menemukan podgeter ditawarkan di sejumlah tempat hiburan malam yang ia kunjungi.
Baca Juga: China Selidiki Dua Jenderal Militer Operasi Besar Pemberantasan Korupsi
"Wahai anak-anak muda, hati-hati sama podgeter itu berbahaya, jadi beberapa kali di club ada anak muda yang nawarin podgeter berupa kek vape gitu tapi kecil 'teh coba sedot ini nanti enak melayang sampai pagi',"
Dinar juga menuturkan bahwa dirinya menolak tawaran tersebut karena menjaga kebugaran tubuh lewat olahraga dan memilih untuk tidak merokok.
Ia bahkan mengaku pernah menyaksikan seseorang kehilangan kendali setelah menggunakan podgeter, sehingga membuatnya semakin khawatir terhadap peredarannya.
"Karena aku boxing sorry bro aku olahraga gak ngerokok, pas kesini-kesini tambah lagi ada seorang cewek out of control terus-terusan fotoin favegeter itu buat ngajak make bareng, itu bahaya loh. Buat ibu-ibu, bapak di rumah anak-anak yang beranjak dewasa diawasin podgeter itu bahaya loh narkocoy,"
Secara istilah, podgeter disebut sebagai singkatan dari pod getar, yakni rokok elektronik yang cairannya telah dicampur zat berbahaya menyerupai narkotika. Penggunaannya diklaim dapat menimbulkan efek halusinasi, rasa melayang, hingga kehilangan kesadaran.
Beda Podgeter dengan Pod dan Vape
Bagi masyarakat awam, pod dan vape sering kali terlihat serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas, baik dari desain, kapasitas, hingga cara penggunaan.
Pod biasa umumnya berukuran kecil dan ramping, dirancang praktis untuk penggunaan sehari-hari. Daya baterainya relatif terbatas, sekitar 1.000–1.500 mAh, dan menggunakan kapsul cairan siap pakai yang mudah diganti.
Baca Juga: Inul Daratista Pingsan di Kamar Mandi hingga Dilarikan ke UGD
Sementara itu, vape memiliki bentuk lebih besar dan desain yang lebih kompleks. Kapasitas baterainya cenderung lebih besar, bisa mencapai 2.000–3.000 mAh atau lebih, dengan tangki cairan yang diisi secara manual dan sering digunakan bersama liquid yang lebih kental.
Dari sisi pengaturan, pod cocok bagi pemula karena minim pengaturan dan mudah digunakan. Vape justru menawarkan fleksibilitas lebih, mulai dari pengaturan daya, suhu, hingga aliran udara sesuai preferensi pengguna.
Adapun podgeter, meski secara tampilan menyerupai pod atau vape kecil, justru menjadi perhatian karena isi cairannya tidak jelas dan berpotensi mengandung zat terlarang. Inilah yang membuat podgeter dinilai jauh lebih berbahaya dibandingkan rokok elektronik konvensional.
Perlu Waspada
Viralnya istilah podgeter menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak keliru menyamakan semua rokok elektronik. Pod dan vape memiliki fungsi dan risiko tersendiri, sementara podgeter justru disebut-sebut berkaitan dengan penyalahgunaan zat berbahaya.
Orang tua dan lingkungan sekitar diimbau untuk lebih memperhatikan pergaulan anak muda, khususnya terkait tren rokok elektronik yang beredar bebas dengan istilah dan bentuk yang semakin beragam.
Ilustrasi Vape, rokok elektrik. (Instagram) (Instagram)