Bahlil: Pengembangan Nuklir Masuk Fokus Kerja Dewan Energi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 18:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara pelantikan ketua harian dan anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA/Genta Tenri Mawangi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara pelantikan ketua harian dan anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026. ANTARA/Genta Tenri Mawangi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pengembangan energi nuklir menjadi salah satu fokus kerja Dewan Energi Nasional (DEN) dalam upaya mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia. 

Meski demikian, Bahlil belum merinci lebih jauh rencana pengembangan energi nuklir tersebut. Ia menjelaskan Dewan Energi Nasional masih akan menggelar rapat perdana sebelum menyusun langkah strategis dan melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

“(Kami) sudah kerja dengan membangun beberapa tahapan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) sampai dengan bagaimana membangun berbagai kebijakan, termasuk di dalamnya adalah pembangunan energi baru dan terbarukan, dan juga adalah mendorong untuk pakai tenaga nuklir,” kata Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan selepas pelantikan Dewan Pengarah dan Anggota Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu sore, 28 Januari 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyampaikan bahwa DEN akan lebih dulu menyerap arahan Presiden sebelum memfinalisasi agenda kerja. Setelah itu, rencana kerja satu tahun ke depan akan disampaikan kepada publik.

Baca Juga: Profil 8 Anggota Dewan Energi Nasional 2026–2030

“Kami akan mencoba untuk rapat perdana dulu. Nanti, habis ini kami akan lapor ke Bapak Presiden untuk segera kita melakukan rapat paripurna pertama, sidang paripurna pertama. Karena ini baru, jadi namanya paripurna, dan akan dipimpin Insyaallah oleh Bapak Presiden. Setelah itu, kami akan mendengar arahan-arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Bahlil juga menguraikan arah kebijakan energi Presiden Prabowo yang terbagi dalam empat fokus utama, yakni kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi.

“Kedaulatan energi, itu tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua adalah tentang ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari, dan ini kita akan up (tingkatkan) menjadi 3 bulan, dan ini pasti kita akan membangun storage. Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itu adalah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap, dan tujuan pada akhirnya adalah swasembada,” ujar Bahlil.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional, bersama tujuh menteri sebagai anggota DEN dari unsur pemerintah.

Baca Juga: DEN Dilantik Prabowo, Bahlil: Babak Baru Kebijakan Energi Nasional

Ketujuh menteri tersebut yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Selain itu, Presiden Prabowo juga melantik delapan anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemangku kepentingan, yaitu Johni Jonatan Numberi dan Mohammaf Fadhil Hasan dari unsur akademisi, Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani dari unsur industri, Unggul Priyanto dari unsur teknologi, Saleh Abdurrahman dari unsur lingkungan hidup, serta Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono dari unsur konsumen.

Dalam struktur Dewan Energi Nasional, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengemban tugas sebagai Ketua Harian, dengan dukungan tujuh menteri dari unsur pemerintah dan delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan.

(Sumber: Antara) 

x|close