Iran Tegaskan Kuasai Penuh Selat Hormuz di Tengah Bayang-bayang Ancaman AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 14:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, TaheranIran menyatakan memiliki kendali sepenuhnya atas wilayah darat, bawah laut, dan udara di Selat Hormuz di tengah ancaman serangan dari Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran. Meski menegaskan tidak menginginkan konflik, Iran menekankan kesiapan penuh apabila perang tidak dapat dihindari.

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 29 Januari 2026, pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, sebagaimana dikutip kantor berita Fars. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak berniat memulai perang, namun berada dalam kondisi siaga total.

"Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap. Jika perang pecah, tidak akan ada mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus melangkah maju," ujar Akbarzadeh.

Akbarzadeh menjelaskan bahwa pengelolaan jalur strategis Selat Hormuz kini telah melampaui pendekatan konvensional dan sepenuhnya mengandalkan sistem cerdas. Dengan sistem tersebut, Iran disebut mampu melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap seluruh aktivitas laut, permukaan, maupun bawah laut.

Baca Juga: Iran Eksekusi Pria yang Dituding Jadi Mata-mata Israel

Ia juga menyebut Iran memiliki kewenangan untuk menentukan apakah kapal-kapal dengan berbagai bendera dapat melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, Akbarzadeh menegaskan Teheran tidak menginginkan gangguan terhadap perekonomian global.

"Iran tidak ingin ekonomi dunia menderita," katanya, sambil memperingatkan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya "tidak akan dibiarkan mengambil keuntungan dari perang yang mereka mulai".

Lebih lanjut, Akbarzadeh menegaskan bahwa apabila wilayah darat, udara, atau perairan negara-negara tetangga digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran, maka wilayah tersebut akan diperlakukan sebagai sasaran "musuh". Ia menyebut pesan tersebut telah disampaikan kepada pihak-pihak regional terkait.

Komandan IRGC itu juga menyatakan Iran memiliki kapabilitas tambahan yang akan diungkapkan "pada waktu yang tepat".

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, sekaligus menjadi rute krusial bagi perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Sekitar sepertiga pengiriman minyak mentah global melalui laut melewati jalur ini, atau mencakup sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Selat Hormuz <b>(Republic World)</b> Selat Hormuz (Republic World)

Setiap hari, kurang lebih 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi diangkut melalui Selat Hormuz, dengan mayoritas tujuan ke pasar Asia, terutama China. Sebagian besar ekspor minyak Iran ke China juga melewati jalur tersebut.

Sekitar 85 persen ekspor minyak Irak melintasi Selat Hormuz. Arab Saudi menyumbang sekitar 35 persen dari total volume minyak yang melalui jalur ini, disusul Uni Emirat Arab sebesar 20 persen dan Irak sekitar 27 persen. Selain itu, sekitar 20 persen perdagangan LNG dunia juga bergantung pada selat strategis ini.

Baca Juga: Direktur CSA: Koreksi IHSG Cerminkan Kekhawatiran Struktural Pasar Modal

Ketegangan antara Teheran dan Washington dalam beberapa waktu terakhir terus meningkat, dipicu oleh aksi protes anti-pemerintah di Iran. Pemerintah AS menegaskan seluruh opsi, termasuk langkah militer, tetap terbuka dalam menghadapi Iran.

Sementara itu, pejabat Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan dari AS akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh.

x|close