Kemendukbangga Ingatkan Pentingnya Rumah Aman Lindungi Anak dari Child Grooming

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 13:36
thumbnail-author
Okky Tri Nugroho
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah yang aman guna melindungi anak dari ancaman child grooming.

Child grooming merupakan tindakan seseorang yang secara bertahap mendekati, membangun kepercayaan, serta memanipulasi anak atau remaja dengan tujuan utama melakukan eksploitasi seksual.

Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyampaikan bahwa praktik child grooming menjadi ancaman serius bagi keselamatan serta kesehatan mental anak dan remaja, seiring semakin luasnya ruang interaksi digital dan melemahnya fungsi perlindungan keluarga.

"Child grooming ini bentuk manipulasi yang menyasar kerentanan anak dan remaja. Kasus ini dapat dipahami sebagai sebuah proses manipulasi yang dilakukan pelaku terhadap anak dan remaja dengan tujuan mengeksploitasi korban," katanya dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Isyana menekankan peran orang tua dan keluarga sebagai benteng perlindungan pertama agar anak tidak menjadi korban child grooming. Ia menilai orang tua harus mampu menjadi teman diskusi yang hangat sehingga anak merasa aman untuk berbagi cerita tanpa takut disalahkan atau dihakimi.

"Orang tua harus menanamkan pemahaman bahwa tubuh mereka adalah otoritas pribadi yang harus dihormati (bodily autonomy). Anak perlu diajarkan konsep aurat dalam kacamata perlindungan diri, siapa yang boleh melihat dan menyentuh, serta bagian mana yang mutlak terlarang bagi orang lain," ujar dia.

Baca juga: Di Perayaan Natal Bersama, Victor Siburian Ajak PWRI Sukseskan Program Kemendukbangga/BKKBN

Ia menambahkan, anak juga perlu diberikan pemahaman sejak dini bahwa tubuhnya merupakan privasi yang harus dijaga dan dilindungi. Dengan demikian, anak memiliki kesadaran ketika ada pihak lain yang mencoba melanggar batas tersebut.

"Peran ayah dan ibu menjadi prioritas dalam pengawasan anak. Ibu menjadi sosok yang dekat untuk mencegah keburukan secara halus, sementara ayah menjaga wibawa agar kata-katanya tetap memiliki kekuatan saat memberikan arahan atau perlindungan," tuturnya.

Selain itu, Isyana mengingatkan agar orang tua mengurangi sikap menghakimi terhadap anak. Komunikasi yang terbuka dan aman diyakini akan membuat anak lebih berani menyampaikan jika mengalami atau melihat tindakan mencurigakan, baik dari orang asing maupun orang terdekat.

Isu child grooming semakin mendapat perhatian publik setelah aktris Aurelie Moremans menerbitkan buku berjudul Broken Strings, yang memuat kisah dan pengalamannya sebagai korban child grooming dalam perjalanan kariernya.

Sebagai upaya pencegahan, Kemendukbangga/BKKBN memiliki Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, literasi digital, relasi sehat, serta perencanaan masa depan bagi remaja. Selain itu, program Bina Keluarga Remaja (BKR) juga dihadirkan untuk memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan remaja, meningkatkan komunikasi efektif, serta melakukan deteksi dini terhadap risiko kekerasan seksual.

Sumber Antara

x|close