Istana Buka Suara Soal Mundurnya Dirut BEI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 14:51
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaria Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaria Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis isu yang menyebut adanya pertemuan dirinya bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta Ketua OJK Mahendra Siregar di kantor Kemenko Perekonomian dengan agenda menegur Bursa Efek Indonesia (BEI).

Prasetyo menegaskan, pertemuan tersebut bukan ditujukan untuk menindak BEI. Ia juga memastikan tidak ada campur tangan pemerintah terkait pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.

Menurut Prasetyo, pertemuan yang dimaksud merupakan rapat rutin lintas kementerian dan lembaga yang telah disepakati sebelumnya.

"Oh enggak jadi itu adalah rapat rutin, rapat rutin kami ulang kalau saudara-saudara ingat Minggu lalu kan ada di Kemensetneg, nah cuma kita menyepakati rutin. Nah, Minggu ini lokasi nya ada di Kementerian Ekonomi, minggu depan rencananya akan di Kementerian Keuangan," ujar Pras.

Baca Juga: Dirut BEI Mundur, Purbaya: Bentuk Tanggung Jawab atas Masalah yang Timbul di Bursa

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan adanya sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi pasar saham nasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan cukup dalam sebelum kembali berada di level 7.000. Pada perdagangan terbaru, IHSG tercatat bangkit dan dibuka di posisi 8.319,15.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai konferensi pers di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa) <b>(Antara)</b> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai konferensi pers di Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa) (Antara)

Airlangga menjelaskan, arahan Presiden Prabowo mencakup agenda transformasi struktural di BEI. Beberapa langkah yang disoroti antara lain percepatan proses demutualisasi, peningkatan ketentuan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta kenaikan batas penempatan dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8 persen menjadi 20 persen.

"Itu yang saya sampaikan itu arahan Pak Presiden," kata Airlangga saat konferensi pers usai rapat koordinasi di Kantor BPI Danantara, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca Juga: Sinergi TNI–Polri Percepat Pemulihan Sumbar: Bersihkan Pasar hingga Rumah Warga

Terkait pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman, Airlangga menegaskan pemerintah menghormati dan mengapresiasi keputusan tersebut. Menurutnya, langkah itu tetap harus ditempatkan dalam kerangka penguatan tata kelola ke depan.

"Diapresiasi dan kita tetap jaga governance dan kita lihat ke depan pemerintah akan monitor kepengursaannya dengan tetap menjaga tata kelola dan roadmap di UU PPSK," ucap Airlangga.

x|close