Sudah 3 Pekan Banjir Rendam Kampung Tambun Sungai Angke Bekasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 15:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga menaiki getek saat menerjang banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. Warga menaiki getek saat menerjang banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. (Antara)

Ntvnews.id, Bekasi - Banjir masih mengepung Kampung Tambun Sungai Angke, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, hingga memasuki pekan ketiga dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga 1,5 meter. Genangan tersebut merendam ratusan rumah warga dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Hingga Jumat, 30 Januari 2026, banjir masih menggenangi kawasan permukiman akibat meluapnya aliran kali irigasi yang tidak mampu menampung debit air. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi serta luapan sungai di sekitar wilayah tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Syaifulloh HR, mengatakan banjir telah berlangsung selama kurang lebih 21 hari sejak awal Januari 2026.

“Banjir melanda Tambun Sungai Angke sudah berlangsung kurang lebih 21 hari atau tiga minggu, dari sekitar tanggal 9 Januari sampai 30 Januari. Ketinggian air berkisar antara 80 sentimeter sampai 150 sentimeter atau satu setengah meter. Sejak Jumat dini hari sampai pagi hujan lebat juga melanda wilayah ini,” ujar Syaifulloh HR saat ditemui di Tambun Sungai Angke, Bekasi, Jumat.

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Jalan Tubagus Angke Jakbar Tergenang Banjir

Kondisi banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) <b>(Antara)</b> Kondisi banjir di Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) (Antara)

Baca Juga: Banjir hingga 70 Sentimeter Masih Kepung Sejumlah Perumahan di Tambun Sungai Angke

Ketua MUI Desa Pahlawan Setia itu menyebutkan, wilayah terparah berada di RW 06 Dusun 3 dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter. Sementara RW 05 terendam banjir dengan ketinggian antara 80 hingga 100 sentimeter.

Ia berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak. Sebab, mayoritas masyarakat Tambun Sungai Angke menggantungkan hidup sebagai pedagang dan petani yang kini kesulitan beraktivitas akibat banjir berkepanjangan.

“Sebagian besar mata pencaharian warga adalah pedagang dan petani. Karena banjir sudah lama, warga sulit berusaha dan berdagang. Sawah juga kebanjiran dan berdampak besar kepada petani,” katanya.

Selain bantuan logistik, warga juga membutuhkan layanan kesehatan secara berkala. Banjir yang berlangsung lama menyebabkan berbagai keluhan kesehatan di tengah masyarakat.

“Pengobatan itu penting karena banjirnya sudah lama. Banyak warga mengalami masalah kesehatan, seperti demam dan penyakit kulit,” ucapnya.

Baca Juga: Dihantam Luapan Kali Angke, Perumahan Pinang Griya Tangerang Terendam Banjir Parah

Warga sedang memasuki kompleks Masjid Attaqwa Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026, untuk bersiap melakukan ibadah. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) <b>(Antara)</b> Warga sedang memasuki kompleks Masjid Attaqwa Kampung Tambun Sungai Angke, Tarumajaya, Bekasi, pada Jumat, 30 Januari 2026, untuk bersiap melakukan ibadah. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi) (Antara)

Baca Juga: Kali CBL Meluap, Kawasan Perumahan di Sukawangi Bekasi Terendam Banjir Bak Lautan

Warga juga mendesak pemerintah setempat untuk segera membuka dan menormalisasi saluran air menuju Segara Jaya agar banjir dapat segera surut. Menurut Syaifulloh, saluran air dan gorong-gorong di kawasan tersebut mengalami pendangkalan dan sudah lama tidak dinormalisasi.

“Saluran air ke Segara Jaya sudah dangkal dan lama tidak dinormalisasi. Karena saluran airnya macet, banjir di Tambun Sungai Angke lama surutnya, bisa berminggu-minggu. Di sini jadi seperti tempat parkirnya air,” kata Syaifulloh.

Akibat banjir tersebut, sejumlah sekolah di sekitar Tambun Sungai Angke, seperti MI Attaqwa 41, SMP Attaqwa 13, dan SDIT Samba Taruma, terpaksa menerapkan pembelajaran secara daring.

Sementara itu, beberapa kawasan perumahan yang terdampak banjir di wilayah Tambun Sungai Angke meliputi Perumahan Griya Rahmani, Leticia Mansion, Bumi Sakinah 2, serta Villa Mutiara Mas 1 dan 2.

Ketinggian air di Perumahan Villa Mutiara Mas 1 dan 2 serta Bumi Sakinah 2 berkisar 30 hingga 45 sentimeter, sedangkan di Perumahan Griya Rahmani dan Leticia Mansion mencapai sekitar 30 hingga 60 sentimeter.

(Sumber: Antara) 

x|close