Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan respons tegas terkait semakin eratnya hubungan antara Inggris, yang merupakan sekutu dekat AS, dengan China dalam beberapa waktu terakhir. Trump menilai langkah London tersebut sebagai sesuatu yang "sangat berbahaya".
Dilansir dari AFP, Jumat, 30 Januari 2026, Pernyataan itu disampaikan Trump bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer ke Beijing pekan ini untuk menggelar pembicaraan langsung dengan Presiden China Xi Jinping.
Saat ditanya wartawan mengenai keputusan Inggris untuk menjalin kerja sama atau “berbisnis” dengan China, Trump secara lugas menyatakan: "Iya, sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan hal itu."
Baca Juga: Iran Tak Gentar dengan Gertakan Trump
Kunjungan Starmer ke China menjadi lawatan pertama seorang PM Inggris ke Beijing sejak 2018.
Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah pemimpin negara Barat juga mengunjungi China dalam upaya mendekatkan kembali hubungan dengan Beijing. Upaya ini oleh banyak pihak dipandang sebagai sinyal pergeseran, seiring meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan Amerika Serikat.
Sebagimana diketahui, Starmer bertemu dengan Xi Jinping dan sejumlah pejabat tinggi China lainnya Kamis, 28 Januari 2026. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama.
Selain Inggris, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga melakukan kunjungan ke China pada pertengahan Januari lalu dan berhasil mencapai sejumlah kesepakatan di bidang perdagangan serta pariwisata.
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. (Antara)
Usai kunjungan tersebut, Trump sempat mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap impor Kanada apabila Carney melanjutkan kesepakatan dengan Beijing.
Ancaman tarif itu kemudian ditepis Carney, yang menyebutnya sebagai bagian dari strategi negosiasi.
Setelah mengomentari hubungan Inggris dan China, Trump kembali menyoroti Kanada dengan pernyataan: "Menurut saya, akan lebih berbahaya bagi Kanada untuk berbisnis dengan China. Kanada sedang tidak baik-baik saja. Mereka melakukannya dengan sangat buruk, dan Anda tidak bisa melihat China sebagai jawabannya."
Arsip - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat perjalanan ke Tokyo di pesawat Air Force One, Senin 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/agr (Antara)