Ntvnews.id, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 31 Januari, menyatakan bahwa Iran tengah melakukan proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
“Rencananya adalah Iran bernegosiasi dengan kami dan kita akan lihat apakah ada yang bisa kita lakukan. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump kepada seorang koresponden Fox News.
Trump menuturkan bahwa upaya diplomasi sebelumnya dengan Iran tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Ia menyinggung proses perundingan terdahulu yang berujung pada kegagalan pelucutan senjata nuklir Iran.
“Ia mengungkapkan bahwa ‘terakhir kali mereka bernegosiasi, kita harus melucuti senjata nuklir mereka dan Anda tahu itu tidak berhasil. Kemudian kita melucutinya dengan cara yang berbeda, dan kita akan lihat apa yang terjadi.’”
Baca juga: MUI Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace Bentukan Trump Gegara Tak Berpihak ke Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung keberadaan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
“Kita memiliki armada besar yang sedang menuju Iran, lebih besar daripada yang pernah kita kerahkan, dan sebenarnya masih ada di Venezuela,” kata Trump.
Selain itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak dapat mengungkapkan rencana militernya kepada negara-negara sekutu di kawasan Teluk selama proses negosiasi dengan Iran masih berlangsung.
“Kita tidak bisa memberi tahu mereka (para sekutu Teluk) apa rencananya. Jika saya memberi tahu mereka rencananya, itu hampir sama buruknya dengan memberi tahu Anda, bahkan bisa lebih buruk lagi,” kata Trump, menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa sekutu-sekutu Teluk belum mengetahui rencana intervensi potensial Amerika Serikat terkait Iran.
(Sumber: Antara)
Sumber Antara
Presiden AS Donald Trump terekam kamera setelah pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Davos, Swiss, Minggu (22/1/2026). (Antara)