Afrika Selatan–Israel Memanas, Saling Usir Diplomat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 15:22
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Ntvnews.id, Tel Aviv - Hubungan diplomatik antara Afrika Selatan (Afsel) dan Israel kembali memanas setelah kedua negara saling mengambil langkah pengusiran diplomat.

Dilansir dari Al Arabiya, Minggu, 1 Februari 2026, pemerintah Afsel lebih dulu mengumumkan pengusiran Wakil Duta Besar Israel, Ariel Seidman, dari wilayahnya. Seidman dituding terlibat dalam pelanggaran norma diplomatik yang tidak dapat diterima yang dianggap mencederai kedaulatan Afsel.

Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel, sebagaimana diberitakan Associated Press dan Al Jazeera, menyatakan Seidman sebagai persona non grata pada Jumat, 30 Januari 2026 waktu setempat. Ia diberikan tenggat waktu 72 jam untuk segera meninggalkan Afsel.

Persona non grata merupakan istilah dalam diplomasi yang menandakan seseorang tidak lagi diterima keberadaannya oleh suatu negara.

Seidman sendiri menjabat sebagai charge d'affaires di Kedutaan Besar Israel di Pretoria dan merupakan pejabat diplomatik Israel paling senior di Afsel, setelah Tel Aviv menarik pulang duta besarnya pada 2023.

Baca Juga: AS Jual Senjata Lagi ke Israel Senilai Rp109 Triliun

Dalam pernyataan resmi, Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel menyebut pengusiran tersebut dilakukan karena menyusul serangkaian pelanggaran norma dan praktik diplomatik yang tidak dapat diterima, yang merupakan tantangan langsung terhadap kedaulatan Afrika Selatan.

Pemerintah Afsel juga menuding Seidman melakukan serangan yang menghina terhadap Presiden Afsel Cyril Ramaphosa melalui sejumlah unggahan di media sosial, meski rincian isi unggahan itu tidak diungkapkan.

Selain itu, Seidman disebut melanggar protokol diplomatik terkait kegagalan yang disengaja untuk memberi tahu Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel tentang dugaan kunjungan seorang pejabat senior Israel ke negara tersebut.

"Tindakan semacam itu merupakan penyalahgunaan hak istimewa diplomatik yang berat dan pelanggaran mendasar terhadap Konvensi Wina. Tindakan tersebut secara sistematis telah merusak kepercayaan dan protokol yang penting untuk hubungan bilateral," ujar Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afsel.

"Kami mendesak pemerintah Israel untuk memastikan perilaku diplomatik mereka di masa mendatang menunjukkan rasa hormat terhadap republik ini dan prinsip-prinsip keterlibatan internasional yang telah ditetapkan," lanjut pernyataan tersebut.

Afrika Selatan secara resmi memulai kepemimpinan sebagai presiden G20 pada Minggu (1/12/2024), dengan Presiden Cyril Ramaphosa menyebut momen ini sebagai hari bersejarah bagi negaranya. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang memimpin kelom <b>(Antara)</b> Afrika Selatan secara resmi memulai kepemimpinan sebagai presiden G20 pada Minggu (1/12/2024), dengan Presiden Cyril Ramaphosa menyebut momen ini sebagai hari bersejarah bagi negaranya. Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang memimpin kelom (Antara)

Otoritas Afsel menegaskan telah menyampaikan keputusan pengusiran itu kepada pemerintah Israel dan kembali mendesak Tel Aviv untuk memastikan perilaku diplomatik mereka di masa depan menunjukkan rasa hormat terhadap Afsel.

Langkah ini diambil di tengah hubungan kedua negara yang memang tengah tegang, menyusul langkah Afsel yang dikenal sebagai pendukung lama Palestina mengajukan gugatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Israel membantah keras tuduhan tersebut dan menuding Afsel bertindak sebagai kepanjangan tangan hukum Hamas.

Israel kemudian mengambil langkah balasan dengan mengusir seorang diplomat senior Afsel. Tindakan ini dilakukan tak lama setelah Pretoria mengusir Ariel Seidman.

Baca Juga: Serangan Israel Kembali Guncang Gaza, Renggut 31 Korban Jiwa

Kementerian Luar Negeri Israel, mengutip Associated Press dan Al Jazeera, mengumumkan pengusiran diplomat senior Afsel bernama Shaun Edward Byneveldt. Pengumuman itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Afsel mengumumkan keputusan terhadap Seidman.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Israel menetapkan Byneveldt sebagai persona non grata dan memberinya waktu 72 jam untuk meninggalkan Israel.

"Langkah-langkah tambahan akan dipertimbangkan pada waktunya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel yang dibagikan melalui media sosial.

Berdasarkan situs resmi pemerintah Afsel, Byneveldt merupakan Duta Besar Afsel untuk Negara Palestina dan berkantor di wilayah Ramallah, Tepi Barat.

TERKINI

Negosiasi Iran-AS Dimulai, Trump Masih Tutup-tutupi Strategi

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:15 WIB

Dokumen Epstein Klaim Bill Gates Kena Penyakit Menular Seksual

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 17:00 WIB

Iran Kecam Kehadiran Militer AS di Teluk Persia

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:30 WIB

Turki Tawarkan Jadi Mediator Konflik AS-Iran

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:15 WIB

Isael Semakin Beringas Lakukan Serangan di Gaza Palestina

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 16:00 WIB

Trump Ungkap Iran Sedang Jalani Negosiasi dengan AS

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 15:30 WIB

Afrika Selatan–Israel Memanas, Saling Usir Diplomat

Luar Negeri Minggu, 1 Feb 2026 | 15:22 WIB
Load More
x|close