Indonesia Desak Israel Patuhi Gencatan Senjata Usai Serangan Terbaru di Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kota Gaza, Palestina. Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta Israel agar mematuhi dan menghormati kesepakatan gencatan senjata, menyusul serangan terbaru di Jalur Gaza pada 31 Januari yang menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina.

“Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut,” kata Kemlu dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X pada Minggu.

Kemlu RI menegaskan bahwa pelanggaran sepihak terhadap gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 tidak hanya memperparah penderitaan warga sipil di Gaza, tetapi juga menggerus kepercayaan serta secara langsung menghambat upaya menciptakan stabilitas dan solusi politik yang berkelanjutan.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” tegas Kemlu RI melalui pernyataan tersebut.

Baca Juga: PBB: Anak-Anak Gaza Meninggal Akibat Dingin, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk

Dalam serangan udara Israel yang terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026, sedikitnya 37 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Serangan itu disebut menargetkan berbagai lokasi, mulai dari tempat penampungan, tenda pengungsi, kantor polisi, hingga apartemen hunian di Jalur Gaza.

Pertahanan Sipil Gaza menyampaikan bahwa sejak Sabtu dini hari, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.

Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur di utara Kota Gaza pada 6 November 2025. <b>(Antara)</b> Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur di utara Kota Gaza pada 6 November 2025. (Antara)

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, sedikitnya 509 warga Palestina tewas dan 1.405 orang lainnya mengalami luka akibat serangan Israel.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri konflik selama dua tahun antara Israel dan Gaza yang telah menelan hampir 71.800 korban jiwa warga Palestina serta menyebabkan lebih dari 171.400 orang luka-luka. Perang itu juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

x|close