Dokumen Jeffrey Epstein Kembali Seret Bill Gates dan Tuduh Punya Penyakit Menular Seksual

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 10:43
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bill Gates. (Instagram) Bill Gates. (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Bill Gates kembali mendominasi pemberitaan dunia setelah dokumen yang disebut Epstein Files dibuka oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada akhir Januari 2026.

Arsip penyelidikan terhadap mendiang Jeffrey Epstein itu menyertakan jutaan halaman materi yang sebelumnya tak pernah tersedia untuk publik, dan salah satu yang paling menarik perhatian adalah sebuah draft email bertahun 2013 yang menampilkan tudingan langsung terhadap pendiri Microsoft tersebut.

Selain itu, terdapat sebuah draft email berjudul “Bill”, yang diklaim disusun oleh Epstein sendiri. Isi email itu mencatut nama Gates dalam konteks hubungan pribadi yang sensitif. Dalam email tersebut, Epstein menuliskan bahwa Gates meminta bantuan medis setelah berhubungan dengan gadis Rusia.

Baca Juga: Awal Februari 2026, Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga–Emas Kompak Naik

Epstein juga memasukkan serangkaian tuduhan lain, termasuk bahwa Gates pernah memintanya menghapus korespondensi terkait penyakit menular seksual (STD), permohonan antibiotik untuk Melinda, serta keterangan mengenai anatomi pribadi Gates. Draft yang sama turut memuat keluhan Epstein tentang berakhirnya hubungan antara keduanya.

Tidak ada catatan bahwa email itu pernah dikirim, namun keberadaannya sudah cukup untuk kembali menyeret nama Gates ke dalam kontroversi lama seputar jaringan sosial Epstein.

Tanggapan Resmi dari Pihak Bill Gates

Tak lama setelah dokumen tersebut menyebar luas, juru bicara Bill Gates merilis pernyataan tegas. Mereka menolak seluruh isi email itu dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak memiliki dasar.

“Tuduhan-tuduhan ini sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya salah,” ujar juru bicara Gates, dikutip dari People.

Baca Juga: Analis: 8 Agenda Reformasi OJK Perkuat Integritas Pasar Modal RI

Menurut pihak Gates, dokumen tersebut hanya mencerminkan kejengkelan Epstein karena hubungan mereka tidak berlanjut, bukan bukti atas perilaku yang dituduhkan. Hingga kini, tidak ada verifikasi independen atau bukti kuat yang mendukung klaim dalam draft email tersebut.

Simulasi Pandemi Kembali Diseret dalam Narasi Konspirasi

Rilis Epstein Files bukan hanya mengangkat isu pribadi, tetapi juga kembali memancing teori konspirasi lama yang menargetkan Gates. Publik di media sosial kembali menyoroti Event 201, simulasi pandemi global pada 2019 yang diselenggarakan Johns Hopkins Center for Health Security, World Economic Forum, dan Gates Foundation.

Simulasi tersebut memang dibuat untuk menguji kesiapan dunia menghadapi penyebaran virus fiktif, namun para konspirasis kemudian menghubungkannya dengan pandemi COVID-19 yang muncul beberapa bulan setelahnya.

Baca Juga: Remaja Cantik Asal Depok yang Hilang 1 Minggu, Aisyah Akhirnya Ditemukan

Pihak Gates Foundation telah berkali-kali menegaskan bahwa Event 201 tidak berkaitan dengan prediksi atau perencanaan pandemi nyata. Dokumen Epstein yang baru dibuka pun tidak menyebutkan simulasi tersebut, namun narasi konspiratif tetap berkembang dan menyesuaikan diri dengan momentum publikasi arsip.

Seiring penyebaran dokumen, berbagai klaim liar kembali bermunculan. Para pakar mengingatkan bahwa draft email Epstein bukanlah bukti, dan banyak bagian dalam arsip tersebut bersifat sepihak. Mereka menekankan bahwa verifikasi tetap menjadi kunci agar publik tidak mudah terjebak dalam narasi yang dibelokkan atau dimanipulasi.

x|close