Dinkes DKI Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Virus Nipah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 11:03
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ani Ruspitawati Ani Ruspitawati (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap Virus Nipah, salah satu penyakit zoonotik berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Virus Nipah merupakan penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang memiliki tingkat risiko tinggi. Virus ini dapat menyebar tidak hanya dari hewan ke manusia, tetapi juga antar manusia, sehingga berisiko menimbulkan wabah serius jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ani Ruspitawati menjelaskan bagaimana virus tersebut bisa menular, bisa jadi kontak dengan hewan hingga dari minum atau makanan.

"Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi (terutama kelelawar pemakan buah), konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita," katanya di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Adapun gejala awal Virus Nipah sering kali mirip penyakit umum, namun dapat berkembang dengan cepat.

Baca Juga: Vietnam Tingkatkan Kewaspadaan Perbatasan Buntu Virus Nipah

Ilustrasi virus. <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi virus. (Pixabay)

Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Potensi Virus Nipah

"Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan dan radang otak (ensefalitis)," ungkap Ani.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersihan, mulai dari mencuci buah sebelum disantap hingga segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala.

"Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengkonsumsi buah yang terbuka/ rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala setelah kontak beresiko," tutup Ani.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan virus nipah, meskipun hingga kini belum ditemukan kasus infeksi pada manusia di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menyampaikan bahwa virus nipah merupakan penyakit zoonotik yang secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah. Penularan virus tersebut dapat terjadi melalui hewan perantara, seperti babi, serta lewat konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, misalnya buah atau nira.

"Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit virus nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Murti dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 1 Februari 2026.

x|close