Menlu 8 Negara Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 14:14
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kota Gaza, Palestina. Kota Gaza, Palestina. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Abu Dhabi - Menteri luar negeri Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Arab Saudi, dan Qatar secara tegas mengecam pelanggaran gencatan senjata di Gaza yang terus dilakukan oleh Israel. Kecaman tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri pada Minggu, 1 Februari 2026.

“Tindakan-tindakan ini berisiko meningkatkan ketegangan dan merusak upaya yang bertujuan memperkuat situasi kondusif serta memulihkan stabilitas,” demikian diperingatkan para menteri tersebut dalam sebuah pernyataan bersama, Minggu, 1 Februari 2026.

Para menteri menilai bahwa komitmen penuh terhadap pelaksanaan fase kedua gencatan senjata menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap terkendali. Mereka menekankan bahwa periode saat ini merupakan fase krusial yang membutuhkan tanggung jawab bersama dari seluruh pihak terkait.

Dalam pernyataan itu, para menlu mendesak semua pihak agar sepenuhnya menjalankan kewajiban masing-masing, menahan diri secara maksimal demi menjaga keberlangsungan gencatan senjata, serta menghindari langkah-langkah yang dapat mengganggu proses yang tengah berlangsung.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang memungkinkan pemulihan dan rekonstruksi dapat segera dilakukan.

Baca Juga: Indonesia Desak Israel Patuhi Gencatan Senjata Usai Serangan Terbaru di Gaza

Para menteri juga menegaskan kembali komitmen untuk mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, yang berlandaskan pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara, sesuai dengan hukum internasional serta resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan.

Pada hari yang sama, Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG), Ali Abdel Hamid Shaath, menyerukan agar seluruh pihak mematuhi gencatan senjata yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

“NCAG bersama mitra-mitranya berkomitmen untuk mencegah insiden lebih lanjut dan melindungi warga sipil. Jalan ke depan harus didasarkan pada pengendalian diri, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap kehidupan warga sipil,” kata kepala NCAG itu.

Baca Juga: Isael Semakin Beringas Lakukan Serangan di Gaza Palestina

Gencatan senjata yang dinilai masih rapuh antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, setelah dua tahun konflik, menyusul upaya mediasi yang dilakukan oleh Mesir, Qatar, Turkiye, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan terbaru otoritas kesehatan Gaza pada Minggu, 1 Februari 2026, hampir 71.800 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 171.500 orang mengalami luka-luka sejak operasi militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Dalam 24 jam terakhir, tercatat 26 warga Palestina meninggal dunia dan 68 lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas setempat juga menyebutkan masih terdapat korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan maupun di jalan-jalan, sementara tim penyelamat dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau seluruh lokasi terdampak.

(Sumber: Antara) 

x|close