Ntvnews.id, Bogor - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah mendapat perhatian serius dari kalangan pakar internasional. Ia menyebut, sejumlah ahli asing bahkan menilai MBG sebagai sebuah “investasi terbaik” bagi suatu negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa program MBG menjadi objek kajian lembaga dan pakar ternama dari luar negeri.
"Para pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini. Tiga bulan, empat bulan lalu saya terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya," kata Prabowo dalam pidatonya.
Baca Juga: Prabowo Kritik Negara Besar yang Dinilai Melanggar Demokrasi dan HAM
Menurut Prabowo, hasil kajian tersebut sangat positif terhadap program unggulan pemerintahannya.
"Dia mengatakan Makan Bergizi Gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan suatu negara."
Prabowo juga mengemukakan alasan dirinya menyinggung apresiasi dari pihak asing tersebut. Ia menilai, masih ada kalangan intelektual di dalam negeri yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah dan lebih mempercayai pendapat pakar luar negeri dibandingkan bangsanya sendiri.
"Ada kecenderungan orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsanya sendiri. Jadi ya cek aja ke Rockefeller Institute," kata Prabowo.
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)
Meski demikian, Presiden menegaskan pentingnya tetap membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk para pengkritik.
"Orang-orang ini saya nggak ngerti. Saya nggak ngerti mereka itu pemikirannya kayak apa, tapi kita harus tetap ajak bicara." jelasnya.
Baca Juga: Di Rakornas, Prabowo Soroti Cara Menyebut Kemiskinan di Indonesia
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG diyakini akan memberikan dampak ekonomi berlipat dalam jangka panjang. Ia menyebut, pada tahap awal pelaksanaan, efek pengganda program ini mencapai lima kali lipat, dan dalam jangka panjang berpotensi meningkat hingga 35 kali lipat.
Selain itu, Prabowo mengklaim bahwa dari sekitar 22.000 dapur MBG yang saat ini telah beroperasi, pemerintah berhasil menciptakan sekitar satu juta lapangan pekerjaan. Ia juga menargetkan perluasan cakupan program MBG hingga menjangkau 82 juta penerima manfaat pada Desember 2026, dari sekitar 60 juta penerima yang ada saat ini.
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)