Produksi Beras Terus Meningkat, Diprediksi Tembus 10,16 Juta Ton di Januari-Maret 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 14:57
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS)

Ntvnews.id, Jakarta - Produksi padi nasional sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas panen padi sepanjang tahun 2025 mencapai 11,32 juta hektare, naik 12,69 persen dibandingkan tahun 2024.

"Luas panen padi sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 11,32 juta hektare, atau meningkat sebesar 12,69 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, pada konferensi pers di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Seiring dengan kenaikan luas panen, produksi padi nasional sepanjang tahun  2025 tercatat sebesar 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produktivitas padi juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata mencapai 53,18 kuintal per hektare (GKG), lebih tinggi dibandingkan angka tahun 2024 sebesar 52,90 kuintal per hektare (GKG).

Baca Juga: Pemerintah Upayakan Kebijakan Beras Satu Harga Berlaku Nasional Mulai 2026

Memasuki awal 2026, potensi produksi padi diperkirakan masih berada pada kondisi yang relatif baik. BPS memperkirakan luas panen padi pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 3,28 juta hektare, atau lebih tinggi 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, potensi produksi padi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, meningkat 15,80 persen.

Berdasarkan potensi produksi padi tersebut, produksi beras pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton, atau naik 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS menegaskan bahwa angka potensi produksi padi dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti serangan hama-OPT, banjir, kekeringan, waktu realisasi panen petani, dan lain-lain.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Keamanan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh

x|close