Ntvnews.id, Bogor - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) menata dan menertibkan spanduk serta iklan yang terpasang di sepanjang jalan demi menciptakan wajah Indonesia yang lebih asri. Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
"Dalam rangka Indonesia Asri, terus terang saja saya minta kepada pemerintah, tolong tertibkan iklan-iklan, spanduk-spanduk, terlalu banyak," kata Prabowo, Senin.
Menurut Prabowo, jumlah spanduk yang terpampang di ruang publik saat ini sudah berlebihan. Ia bahkan menyinggung contoh spanduk promosi gerai makanan yang ukurannya terlalu besar dan dinilai mengganggu keindahan kota.
Baca Juga: Produksi Beras Terus Meningkat, Diprediksi Tembus 10,16 Juta Ton di Januari-Maret 2026
"Ayam goreng, pesan satu, dapat 1 gratis. Kenapa harus besar-besar sih?" tanya Prabowo.
Prabowo mengungkapkan, spanduk-spanduk berukuran besar tersebut dapat ditemukan di berbagai kota. Padahal, wisatawan yang datang ke Indonesia justru ingin menikmati keindahan alam dan tata kota, bukan disuguhi pemandangan iklan yang semrawut.
"Kalau saya naik ke Hambalang, (ada) spanduk, spanduk, spanduk. Turis datang tidak mau lihat spanduk. Bogor itu dulu kota paling indah, kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada Jakarta," kata Prabowo.
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)
Atas dasar itu, Prabowo meminta para kepala daerah untuk menata ulang pemasangan spanduk dan baliho di wilayah masing-masing. Ia menyarankan agar pemda menyusun aturan yang jelas serta melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha.
"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho, iklan, tolong ditertibkan. Ajak bicara pengusaha, Kadin, HIPMI, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka. Anda bikinlah iklan jangan terlalu (terpampang)," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan Gerakan Asri untuk Perang Lawan Sampah
Lebih lanjut, Prabowo juga mencontohkan kawasan wisata seperti Bali yang seharusnya menampilkan identitas dan keindahan lokal, bukan dipenuhi papan reklame besar merek global.
"Orang ke Bali ingin lihat Bali, dia tidak ingin lihat Kentucky Fried Chicken besar-besar. McDonald's, ya. Jalan-jalan protokol ditertibkan, lah, ajak bicara baik-baik. Kalau Anda mau buka bengkel, buka lah. Tapi depannya yang sopan, ini untuk kita semua. Kabel-kabel listrik seliweran, seliweran-seliweran," imbuh dia.
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)