Ntvnews.id, Jakarta - Pandji Pragiwaksono mendatangi Kanton Majelis Ulama Indonesia (MUI) didampingi oleh kuasa hukum dan manajernya untuk melakukan tabayyun. Dalam audiensi tersebut, Pandji mengaku menjelaskan duduk masalah kegaduhan soal polemik show Mens Rea, yang berujung dipolisikan.
Selain mengakan para petinggi MUI nonton bareng, komika 46 tahun itu ngaku mendapatkan nasihat dari MUI terkait konten selama ini digaungkannya.
"Ada nasihat yang diberikan kepada saya, intinya saya tadi berdialog dan kami sempat menonton Mens Rea bareng-bareng dan saya diingatkan bahwa sebagian orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk lebih baik lagi," kata Pandji di MUI, 4 Februari 2026.
Lebih lanjut, Pandji pun menjelaskan jika tujuannya membuat show Mens Rea hanya untuk hiburan masyarakat dan tak berniat untuk menyerang atau menjatuhkan siapapun.
"Ketika pertunjukan stand up komedi dibuat, itu dibuat untuk masyarakat bukan untuk saya sendiri. Artinya apapun yang saya bawakan di atas panggung itu mewakili masyarakat," jelasnya.
Sedangkan menurut Haris Azhar selaku kuasa hukum Pandji, terkait polemik Mens Rea di mata sisi hukum sebenarnya tidak berpotensi melawan hukum. Kecuali materi Pandji sengaja untuk menyerang satu orang dalam pertunjukannya.
"Kalo dari sisi hukum, ekspresi itu bisa pidana jika dia menganjurkan satu praktek atau mengajak melakukan kekerasan. Tapi yang terjadi sama Pandji Alhamdulillah penonton ketawa semua," pungkas Azhar.
Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono dipolisikan sebanyak enam laporan di Polda Metro Jaya buntut dari konten Mens Rea di Netflix, diduga mengandung unsur penghasutan dan penistaan agama.
Komedian Pandji Pragiwaksono pada konferensi pers puncak pertunjukan stand up comedy bertajuk 'Mens Rea' di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2025). Komika Pandji Pragiwaksono berkolaborasi dengan KPK menggelar puncak pertunjukan (Antara)