Memanas! Inggris Usir Diplomat Rusia sebagai Balasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 10:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Inggris Bendera Inggris (Istimewa)

Ntvnews.id, London - Pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan pengusiran seorang diplomat Rusia dari negaranya. Langkah tersebut disebut sebagai tindakan balasan setelah otoritas Moskow sebelumnya mengusir seorang diplomat Inggris pada bulan lalu dengan tuduhan spionase.

Pemerintah Rusia menuding diplomat Inggris yang diusir itu sebagai mata-mata yang tidak terdaftar.

Dilanisir dari Reuters, Rabu, 4 Februari 2026, Kantor Luar Negeri Inggris (Foreign, Commonwealth and Development Office/FCDO) menyampaikan bahwa keputusan mengusir diplomat Rusia diambil setelah Inggris memanggil Duta Besar Rusia di London. Pemanggilan itu dilakukan untuk menyampaikan protes atas tuduhan serta pengusiran diplomat Inggris oleh Moskow.

"Dengan memanggil Duta Besar Rusia, seorang pejabat senior FCDO menjelaskan bahwa Inggris tidak akan mentoleransi intimidasi terhadap staf Kedutaan Besar Inggris dan oleh karena itu, kami mengambil tindakan timbal balik hari ini, mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia," kata juru bicara FCDO dalam pernyataannya pada Senin, 2 Februari 2026.

Juru bicara tersebut menegaskan bahwa tuduhan Rusia terhadap diplomat Inggris dinilai "tidak berdasar", sementara langkah pengusiran yang dilakukan Moskow disebut "tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan".

Baca Juga: Dalam Gencatan dan Berdirinya Board of Peace, Keberutalan Israel Terus Berlanjut di Gaza Palestina

Lebih jauh, pemerintah Inggris juga memperingatkan Rusia agar tidak mengulangi tindakan serupa terhadap para diplomatnya.

"Setiap tindakan lebih lanjut yang dilakukan oleh Rusia akan dianggap sebagai eskalasi dan akan ditanggapi secara pantas," tegas juru bicara FCDO itu.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Rusia di London terkait pengusiran diplomat Rusia oleh pemerintah Inggris tersebut.

Di tengah konflik Ukraina yang masih berlangsung, Rusia dan negara-negara Barat kerap saling melontarkan tuduhan spionase. Situasi ini dinilai sebagai salah satu eskalasi paling serius sejak era Perang Dingin.

Sejumlah diplomat Barat yang bertugas di Moskow juga mengungkapkan bahwa mereka kerap menjadi sasaran pengawasan ketat serta berbagai bentuk pelecehan yang dianggap sangat mengganggu.

x|close