Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Iran di Tengah Upaya Negosiasi Nuklir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 10:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kapal Induk Amerika Serikat Abraham Lincoln. Kapal Induk Amerika Serikat Abraham Lincoln. (Antara)

Ntvnews.id, Tahera - Jet tempur Amerika Serikat (AS) menembak jatuh sebuah drone milik Iran yang terbang mendekati kapal induk AS di kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi di tengah berlangsungnya upaya menuju kesepakatan terkait program nuklir antara Washington dan Teheran.

"Sebuah jet tempur F-35C dari Abraham Lincoln menembak jatuh drone Iran untuk membela diri," kata juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, dalam pernyataan resmi sebagaimana dikutip AFP, Rabu, 4 Februari 2026.

Kapal induk yang dimaksud diketahui dikerahkan ke Laut Arab sejak bulan lalu seiring dengan peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa utusan AS Steve Witkoff masih dijadwalkan "untuk melakukan pembicaraan dengan Iran akhir pekan ini".

Baca Juga: Eks Presiden FIFA Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Penembakan drone tersebut menjadi bentrokan kedua antara AS dan Iran di perairan Timur Tengah pada hari yang sama, Selasa, 3 Februari 2026. Sebelumnya, pasukan Iran dilaporkan berupaya menahan sebuah kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz.

Diketahui, Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati untuk membuka jalur dialog setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman aksi militer terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran juga memperingatkan akan melakukan pembalasan dengan menyerang kapal serta pangkalan militer AS jika terjadi eskalasi.

Baca Juga: Rusia Kecam Amerika Gegara Kapal Marinera Disita

AS sebelumnya pernah melancarkan serangan bom ke fasilitas nuklir Iran dan kembali mengirimkan kelompok tempur angkatan laut ke wilayah tersebut, menyusul tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstrasi antipemerintah.

Negosiasi antara kedua negara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 5 Februari 2026, mendatang. Namun demikian, Presiden Trump menegaskan belum mengesampingkan opsi militer. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa perundingan hanya akan berlanjut apabila tidak disertai ancaman.

x|close