Mentrans Dorong Putra-Putri Daerah Boven Digoel Ikuti Beasiswa Patriot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 11:25
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Provinsi Papua Selatan (PPS) di kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Provinsi Papua Selatan (PPS) di kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta. ANTARA/HO-Kementerian Transmigrasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong Pemerintah Kabupaten Boven Digoel untuk mengirimkan putra-putri terbaik daerah agar terlibat langsung dalam pengembangan kawasan transmigrasi melalui Program Beasiswa Patriot.

Ia menyampaikan bahwa peserta Program Beasiswa Patriot dari Boven Digoel dapat menempuh pendidikan di Kampus Patriot yang saat ini sedang dibangun di Salor, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

"Silahkan kirim mahasiswa atau SDM yang terbaik untuk mengikuti Beasiswa Patriot untuk ditempatkan di Kawasan Transmigrasi Salor, Merauke," kata M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Selain Kampus Patriot Salor, ia menjelaskan bahwa dua Kampus Patriot lainnya juga tengah dikembangkan, masing-masing di Kawasan Transmigrasi Batam–Rempang–Galang (Barelang), Batam, Kepulauan Riau, serta di Kawasan Transmigrasi Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat.

Baca Juga: Mentrans Iftitah: Universitas dari Jerman, AS, dan China Minat Beasiswa Patriot

Program beasiswa pascasarjana ini dibuka untuk 1.100 mahasiswa jenjang S2 dari tujuh perguruan tinggi mitra, yaitu Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

Iftitah menekankan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan pengembangan kawasan transmigrasi, terlebih dengan rencana penambahan wilayah transmigrasi baru. Saat ini, Kementerian Transmigrasi tengah memproses permohonan penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) dari 60 daerah.

Ia menjelaskan bahwa program transmigrasi hanya dijalankan atas permintaan pemerintah daerah dan sepenuhnya diarahkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat. Program tersebut difokuskan pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang:

  • Inklusif, seluruh masyarakat, khususnya warga lokal, terlibat dan memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi dan investasi

  • Berkeadilan, dengan jaminan upah yang layak bagi para pekerja

  • Berkelanjutan, melalui komitmen menjaga kelestarian lingkungan

Baca Juga: Beasiswa Patriot Bidik 1.100 Mahasiswa, Kementrans Siapkan SDM Sangat Unggul

“Konsepnya, pertama inklusif, semua orang harus kerja, orang lokal harus mendapat manfaat dari aktivitas ekonomi dan investasi. Kedua, berkeadilan, artinya upah orang-orang yang kerja itu harus layak. Ketiga, berkelanjutan, semua orang harus menjaga lingkungan,” ujar Iftitah.

Berikut daftar program studi yang dapat mengikuti Program Beasiswa Patriot 2026:

  1. Kampus Patriot Barelang, Batam, Kepulauan Riau
    Tersedia 14 program studi dengan kuota 20 orang per program studi:

    • ITS: Teknik Kelautan; Teknik Perkapalan; Teknik Sipil; Teknik Fisika (Rekayasa Energi Terbarukan)

    • ITB: Logistik; Perencanaan Kepariwisataan

    • IPB: Manajemen Sumber Daya Perairan (Teknologi Hasil Perairan)

    • UI: Ilmu Kelautan; Industri Kreatif

    • UNDIP: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik dan Manajemen Industri

    • UNPAD: Perikanan; Konservasi Laut

    • UGM: Agronomi

  2. Kampus Patriot Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat
    Tersedia 12 program studi dengan kuota 20 orang per program studi:

    • ITB: Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Geodesi dan Geomatika; Teknik Kimia; Rekayasa Pertambangan

    • ITS: Teknik Material dan Metalurgi; Sistem Informasi

    • IPB: Agronomi dan Hortikultura

    • UI: Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan

    • UNDIP: Teknik Lingkungan; Peternakan

    • UNPAD: Teknologi Agroindustri

    • UGM: Manajemen Agribisnis

  3. Kampus Patriot Salor, Merauke, Papua Selatan
    Tersedia 29 program studi dengan kuota 20 orang per program studi:

    • IPB: Teknologi Pascapanen; Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan; Manajemen Pembangunan Daerah; Ilmu Tanah; Ilmu Nutrisi dan Pakan; Bioteknologi; Ilmu Ekonomi Pertanian; Ilmu Gizi

    • ITB: Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS); Teknik Geologi; Teknik Mesin (Pertanian); Sistem dan Teknologi Informasi

    • ITS: Teknik Lingkungan; Teknik Geomatika; Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK); Teknik Elektro

    • UI: Teknik Sipil Peminatan Manajemen Infrastruktur; Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan; Ilmu Kesehatan Masyarakat

    • UNDIP: Energi; Manajemen Sumber Daya Perairan

    • UNPAD: Antropologi; Ilmu Peternakan; Pariwisata Berkelanjutan; Ilmu Hukum (Agraria)

    • UGM: Agronomi; Ilmu Perikanan; Teknologi Industri Pertanian; Teknologi Hasil Perkebunan

Baca Juga: Kementrans Matangkan Program Beasiswa Patriot Jelang Pemberangkatan di Pertengahan 2026

(Sumber: Antara) 

x|close