Basarnas Tuntaskan Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Kurang dari 12 Jam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 16:47
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas menggunakan alat berat untuk memindahkan gerbong KRL Commuterline pascakecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data PT KAI sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka dan para korban menjalani perawatan di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon, RS Primaya, RS Siloam Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, dan RS Mitra Barat dan RS Polri Kramat Jati. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom. Petugas menggunakan alat berat untuk memindahkan gerbong KRL Commuterline pascakecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data PT KAI sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka dan para korban menjalani perawatan di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Hermina Bekasi, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon, RS Primaya, RS Siloam Bekasi Timur, RSUD Kabupaten Bekasi, dan RS Mitra Barat dan RS Polri Kramat Jati. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyatakan operasi penyelamatan dan evakuasi korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah selesai dalam waktu kurang dari 12 jam.

"Seluruh potensi SAR telah menyelesaikan operasi SAR dengan penanganan khusus kurang dari 12 jam. Seluruh tim SAR sudah kami kembalikan ke unit masing-masing," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Ia menjelaskan operasi dimulai sejak Senin, 27 April 2026 pukul 20.55 WIB dan secara resmi dihentikan pada Selasa pukul 08.00 WIB. Dalam prosesnya, tim SAR gabungan melakukan tindakan secara hati-hati, terutama saat mengevakuasi korban yang terjepit di antara material kereta.

"Saat itu ada lima korban yang masih dalam kondisi terjepit dan harus kita laksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan tanpa dampak luka yang lebih berat. Itulah mengapa lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong," kata dia.

Baca Juga: Seskab Teddy: Kemenhub Bakal Evaluasi Taksi Green SM Usai Insiden Tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur

Syafii juga mengungkapkan bahwa seluruh korban yang dievakuasi dari titik jepitan pada gerbong tersebut merupakan perempuan. Baik korban selamat maupun yang meninggal dunia langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Menurutnya, operasi ini memiliki tingkat kesulitan tinggi karena posisi lokomotif yang masuk jauh ke dalam gerbong KRL akibat benturan keras. Tim SAR harus menggunakan kombinasi peralatan manual, elektrik, hingga sistem hidrolik berstandar internasional.

"Kondisi terjepit material inilah kesulitan utama yang kami hadapi. Namun, dengan peralatan yang kami miliki, operasi SAR ini bisa terlaksana dengan lancar," tuturnya.

Meski proses evakuasi telah selesai, Basarnas tetap menerapkan prosedur ketat dalam tahap pembersihan bangkai kereta untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
"Saya pastikan sudah tidak ada korban yang tertinggal. Namun, jika dalam proses pembersihan nanti ditemukan bagian tubuh sekecil apa pun, kami akan bertindak sesuai prosedur yang berlaku," tegas Syafii.

Baca Juga: Kemenhub Bakal Evaluasi Green SM Usai Insiden Tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur

Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam. Benturan keras menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus wanita.

Sementara itu, Polda Metro Jaya melaporkan jumlah korban meninggal dunia hingga Selasa siang mencapai 15 orang.

"Sekitar 10 jenazah dievakuasi di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto.

Untuk korban luka, tercatat sebanyak 76 orang, meskipun rincian jenis luka belum dijelaskan. Selain itu, tujuh keluarga korban telah melapor ke posko identifikasi korban (DVI) di RS Polri Kramat Jati guna membantu proses identifikasi.

(Sumber: Antara)

x|close