Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung situasi Venezuela sebagai contoh ekstrem bagaimana aturan internasional yang selama ini dijunjung tinggi mulai tergerus di tengah kerasnya persaingan global.
Dalam forum Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026, AHY menggambarkan Venezuela sebagai negara yang menjadi sorotan dunia bukan tanpa alasan. Kepemilikan cadangan minyak terbesar di dunia menjadikan negara tersebut rentan terhadap tekanan dan konflik geopolitik yang melibatkan kepentingan global.
AHY menyoroti narasi internasional yang berkembang mengenai legitimasi kekuasaan di Venezuela, termasuk wacana penangkapan kepala negara dan intervensi politik lintas batas yang, menurutnya, sulit dibayangkan terjadi di abad ke-21 jika tatanan dunia benar-benar berjalan sesuai hukum dan norma internasional.
“Hal-hal seperti itu seharusnya tidak terjadi jika aturan global dihormati. Tapi faktanya, hari ini kita menyaksikan bagaimana kepentingan bisa mengalahkan norma,” ujar AHY.
Menurutnya, kasus Venezuela menjadi pengingat bahwa sumber daya alam strategis kerap menjadi pemicu utama ketegangan internasional. Negara yang kaya energi dan mineral justru berpotensi menjadi arena tarik-menarik kepentingan kekuatan besar dunia.
Baca Juga: Menko AHY Bicara Kondisi Geopolitik Global yang Kian Tegang di NEO 2026
AHY menilai, fenomena ini menandakan dunia sedang bergerak menuju tatanan baru (new world order), di mana kekuatan ekonomi, energi, dan geopolitik semakin menentukan arah kebijakan global, sementara hukum internasional tidak selalu menjadi rujukan utama.
Meski Indonesia secara geografis jauh dari Venezuela, AHY menegaskan bahwa dampak dari konflik dan ketegangan global tersebut tetap bisa dirasakan secara langsung, mulai dari gangguan rantai pasok, lonjakan harga energi, hingga tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, AHY menekankan pentingnya Indonesia membangun kekuatan dari dalam, khususnya melalui ketahanan nasional dan kemandirian di sektor-sektor strategis. Ia mengingatkan bahwa di tengah dunia yang semakin keras, hanya negara yang kuat dan siap yang mampu melindungi kepentingan rakyatnya.
“Pesannya jelas: kita tidak boleh lemah. Dunia tidak selalu ramah, dan bangsa yang tidak siap akan menanggung akibatnya,” kata AHY.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa pembangunan nasional, termasuk infrastruktur dan kemandirian energi, harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar agar Indonesia tidak menjadi korban dinamika global yang semakin tak terduga.
Randy Tampubolon Direktur Nusantara TV, Menko Agus Harimurti, dan Preskom NT Corp Nurdin Tampubolon (NTVNews: Dedi)