Tingkat Ketimpangan Indonesia Turun per September 2025, Penurunan Tertinggi di Perkotaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 15:41
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/Bayu Saputra (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia menurun pada September 2025. Penurunan ini terlihat dari angka gini ratio yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Pada September 2025, gini ratio Indonesia tercatat sebesar 0,363. Angka ini turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,375. Jika dibandingkan dengan September 2024, gini ratio juga turun 0,018 poin dari posisi 0,381.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan penurunan tersebut menunjukkan ketimpangan pengeluaran masyarakat semakin membaik.

“Secara nasional, gini ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,363, turun dibandingkan Maret 2025 maupun September 2024,” ujarnya di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Penurunan ketimpangan juga terjadi di wilayah perkotaan dan perdesaan. Di daerah perkotaan, gini ratio pada September 2025 tercatat sebesar 0,383. Angka ini lebih rendah dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 0,395 dan September 2024 yang sebesar 0,402.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Bekerja Naik Jadi 147,91 Juta, Pengangguran Turun 4,74 Persen

Sementara itu, gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295. Angka ini turun dari 0,299 pada Maret 2025 dan 0,308 pada September 2024.

Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 19,28 persen.

Jika dirinci, di daerah perkotaan angkanya sebesar 18,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan mencapai 22,09 persen.

Data tersebut menunjukkan tren penurunan ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia hingga September 2025, baik di tingkat nasional maupun wilayah perkotaan dan perdesaan.

Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2025 Tumbuh 5,39 Persen

Tags

x|close