Ntvnews.id, Jakarta - Berkas-berkas terbaru terkait mendiang pemodal Amerika Serikat (AS) Jeffrey Epstein telah menarik perhatian di Eropa, memicu pengunduran diri sejumlah tokoh politik karena keterkaitan mereka dengan pelaku kejahatan seksual yang telah divonis tersebut.
Kementerian Luar Negeri Norwegia menyatakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bahwa Mona Juul, duta besar Norwegia untuk Yordania sekaligus merangkap di Irak, telah mengundurkan diri setelah diketahui pernah menjalin kontak dengan Epstein.
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menyebut pengunduran diri itu tepat dan diperlukan, menambahkan bahwa kontak Juul dengan pelaku kejahatan seksual tersebut menunjukkan kegagalan penilaian serius dan menimbulkan kesulitan dalam memulihkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk jabatannya.
Sebelumnya, Juul sempat diberhentikan sementara saat kementerian meninjau pengetahuannya mengenai Epstein dan kontak mereka. Penyelidikan internal tetap dilanjutkan meskipun Juul telah mundur, dengan fokus pada aturan bagi pegawai dan pejabat negara, baik aktif maupun yang telah tidak menjabat.
Baca Juga: Heboh Jeffrey Epstein Disebut Masih Hidup dan Tinggal di Israel, Begini Faktanya
Di Inggris, Morgan McSweeney mengundurkan diri sebagai kepala staf Perdana Menteri Keir Starmer di tengah tuduhan bertanggung jawab atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk AS, menurut laporan Sky News pada Minggu.
Mandelson (72) diangkat sebagai duta besar ke Washington pada awal 2025, namun diberhentikan setelah tujuh bulan menjabat menyusul kontroversi terkait berkas Epstein yang baru dirilis. Namanya kembali muncul di media setelah pengungkapan terbaru, dan polisi Inggris membuka penyelidikan kriminal atas dugaan pelanggaran jabatan publik, termasuk penanganan informasi sensitif.
"Keputusan untuk menunjuk Peter Mandelson adalah sebuah kesalahan. Dia telah merusak partai kami, negara kami, dan kepercayaan pada politik itu sendiri. Ketika ditanya, saya menyarankan perdana menteri untuk melakukan penunjukan itu dan saya bertanggung jawab penuh atas saran tersebut," kata McSweeney dalam surat pengunduran dirinya.
Sebuah foto Pangeran Andrew dan Ghislaine Maxwell yang ditemukan dalam rilis terbaru berkas Epstein oleh Departemen Kehakiman. Kehadiran dalam berkas tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum. (Departemen Kehakiman)
Pada Kamis, 5 Februari 2026, Starmer juga meminta maaf atas penunjukan Mandelson, mengakui bahwa dirinya meremehkan keseriusan hubungan masa lalu Mandelson dengan Epstein.
Di Prancis, mantan menteri kebudayaan Jack Lang mengajukan pengunduran diri sebagai presiden Institut Dunia Arab (Arab World Institute) di Paris di tengah kontroversi dokumen baru Epstein, menurut media Prancis pada Sabtu, 7 Februari 2026.
France Info melaporkan bahwa Lang mengirim surat kepada Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, menyampaikan pengunduran dirinya dalam pertemuan dewan institut mendatang. Lang menyatakan langkah itu untuk "melindungi" lembaga dari apa yang dia sebut sebagai "serangan pribadi."
Kantor kejaksaan keuangan nasional Prancis juga membuka penyelidikan awal terhadap Lang dan putrinya atas dugaan penipuan pajak berat dan pencucian uang.
Pada 30 Januari, Departemen Kehakiman AS mengungkap jutaan halaman tambahan sesuai dengan "Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein," sehingga total pengungkapan mencapai hampir 3,5 juta halaman, dilengkapi ribuan video dan gambar, meningkatkan pengawasan terhadap koneksi Epstein dan menambah tekanan politik internasional.
Menlu Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan pada Minggu, 8 Februari 2026, bahwa berkas-berkas itu mengungkap apa yang dia sebut sebagai "satanisme murni" dari elit Barat dan mengekspos sifat asli Barat.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)