Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menuturkan bahwa Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin bekerja dan mengadu nasib di Ibu Kota. Namun, ia mengingatkan pentingnya memiliki keterampilan (skill), kapabilitas, dan kapasitas sebelum memutuskan datang dan bekerja di Jakarta.
Pernyataan ini disampaikan menyusul momen pasca-Ramadhan dan Idulfitri, yang kerap menjadi periode meningkatnya arus pendatang ke Jakarta seperti tahun sebelumnya. Setiap tahun usai Lebaran, kata dia, Ibu Kota selalu menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah yang berharap mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta tidak pernah menutup pintu bagi para pencari kerja. Jakarta, sebagai pusat ekonomi dan bisnis nasional, memang menawarkan banyak peluang. Namun, peluang tersebut tetap menuntut kesiapan dan kompetensi yang memadai.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di SMA Pasar Rebo, Pramono: Tindak Tegas Tanpa Kompromi!
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
"Kalau kemudian ada masyarakat yang seperti yang lalu, begitu selesai Ramadhan dan Idulfitri kan banyak yang kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Kami mengharapkan untuk siapa pun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya," ucap Pramono usai menggelar Rapim tentang Persiapan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Tentu, keterampilan kerja dan kesiapan mental menjadi faktor penting agar para pendatang dapat bersaing di tengah ketatnya pasar tenaga kerja di Jakarta. Tanpa skill dan kapasitas yang sesuai kebutuhan industri, peluang mendapatkan pekerjaan akan semakin sulit.
"Jakarta tidak akan pernah menutup diri bagi siapa pun, Jakarta akan selalu terbuka buat siapa saja, tetapi kami mengharapkan orang yang datang di Jakarta kemudian mempunyai skill, kapabilitas, kapasitas, untuk bekerja di Jakarta," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)