Ntvnews.id, Jakarta - Pengamat Tetap Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour, resmi masuk dalam daftar diplomat yang dinominasikan untuk menjabat sebagai Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 pada 2026.
Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Presiden SMU PBB, La Neice Collins. Dalam keterangannya pada Selasa, ia menyebutkan bahwa Sekretariat PBB telah menerima tiga nama kandidat untuk posisi tersebut.
"Sekretariat telah menerima tiga nominasi untuk posisi Presiden Sidang Majelis Umum ke-81 ... ketiga nominasi itu adalah Md. Touhid Hossain (BANGLADESH), Andreas S. Kakouris (SIPRUS), dan Riyad Mansour (NEGARA PALESTINA)," kata juru bicara Presiden SMU PBB La Neice Collins dalam pernyataannya, Selasa.
Collins menjelaskan bahwa jabatan Presiden Sidang Majelis Umum PBB periode mendatang akan diisi oleh perwakilan dari kawasan Asia-Pasifik. Hal ini mengikuti mekanisme rotasi wilayah yang selama ini diterapkan dalam struktur organisasi PBB.
Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dari tiga kandidat yang diajukan, Mansour menjadi satu-satunya calon yang telah menyerahkan dokumen visi dan misi pencalonan. Dalam dokumen tersebut, ia memaparkan berbagai prioritas, sasaran, serta isu-isu utama yang akan menjadi fokusnya apabila dipercaya memimpin Sidang Majelis Umum PBB.
Adapun proses pemilihan Presiden SMU PBB dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Aula Majelis Umum PBB, demikian juru bicara Presiden SMU PBB.
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. (Antara)