Dokumen FBI Ungkap Trump Pernah Akui “Semua Orang Tahu” Perilaku Epstein

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 15:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)

Ntvnews.id, Washington D.C - Dokumen Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang baru terungkap memunculkan pertanyaan baru terkait klaim Presiden Donald Trump yang selama ini menyatakan tidak mengetahui kejahatan Jeffrey Epstein.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 12 Februari 2026, dokumen FBI tersebut, menunjukkan bahwa pada 2006 Trump pernah menyampaikan kepada seorang pejabat kepolisian Amerika Serikat bahwa "semua orang mengetahui" perilaku Epstein, pelaku kejahatan seksual anak yang kasusnya melibatkan sejumlah elite politik dan bisnis dunia.

Informasi itu muncul dalam ringkasan wawancara FBI dengan mantan Kepala Kepolisian Palm Beach, Florida, Michael Reiter, yang menjabat pada 2001–2009. Wawancara dilakukan pada 2019, tetapi membahas percakapan telepon Trump dengan Reiter pada 2006.

Ringkasan wawancara tersebut termasuk dalam kumpulan terbaru dokumen Epstein yang dirilis ke publik oleh Departemen Kehakiman AS pada 30 Januari lalu.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gizi, MBG Jadi Mesin Ekonomi Baru Daerah

Dalam dokumen FBI disebutkan bahwa pada Juli 2006, ketika dakwaan kejahatan seksual pertama terhadap Epstein dipublikasikan, Reiter menerima panggilan telepon dari Trump.

"Syukurlah Anda menghentikannya, semua orang mengetahui dia telah melakukan hal ini," kata Trump kepada Reiter saat itu, sebagaimana dikutip Reiter dalam wawancara dengan FBI pada 2019.

Dokumen yang sama juga mencatat Trump menyebut bahwa banyak orang di New York mengetahui tentang Epstein. Trump bahkan memperingatkan Reiter bahwa Ghislaine Maxwell, mantan pasangan dan kaki tangan Epstein, merupakan sosok yang "jahat".

Trump, menurut dokumen tersebut, juga mengaku pernah berada di dekat Epstein ketika terdapat remaja-remaja di lokasi itu, dan bahwa dirinya "segera pergi dari sana".

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/HO-Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Reiter, yang pensiun pada 2009, mengonfirmasi detail wawancara dengan FBI tersebut kepada media lokal Miami Herald, yang pertama kali melaporkan keberadaan dokumen tersebut.

Saat dimintai tanggapan soal percakapan Trump itu, Departemen Kehakiman AS menyatakan: "Kami tidak mengetahui adanya bukti yang menguatkan bahwa presiden menghubungi penegak hukum 20 tahun yang lalu."

Trump diketahui berteman cukup lama dengan Epstein sejak 1990-an hingga awal 2000-an, sebelum keduanya berselisih menjelang penangkapan pertama Epstein. Selama ini, Trump terus membantah mengetahui kejahatan Epstein.

Baca Juga: Prabowo Bakal Hadiri KTT Board of Peace, Kemlu:Tak Berarti Normalisasi dengan Israel

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa Trump telah "jujur dan transparan" mengenai pemutusan hubungannya dengan Epstein.

"Itu adalah panggilan telepon yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi pada tahun 2006. Saya tidak tahu jawaban untuk pertanyaan itu," ucapnya.

Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya di New York pada 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks yang menjeratnya. Kematian tersebut ditetapkan sebagai bunuh diri, namun memicu berbagai teori konspirasi selama bertahun-tahun.

x|close