Gelar Ratas, Prabowo Panggil Menteri Brian hingga Trenggono ke Istana

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Feb 2026, 15:44
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis siang, 12 Februari 2026, untuk menghadiri rapat terbatas (ratas). Di antara pejabat yang hadir, yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Brian tiba sekitar pukul 14.05 WIB. Tak lama kemudian, Menteri Trenggono menyusul bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga COO Danantara, Dony Oskaria. Brian menyebut terdapat tujuh pejabat yang dipanggil Presiden dalam rapat tersebut.

Mengenai agenda pembahasan, Brian mengaku belum memperoleh informasi pasti. Namun, ia menduga pertemuan itu berkaitan dengan kelanjutan pembahasan penanganan sampah mikro yang sebelumnya dibahas dalam ratas pada Rabu, 11 Februari 2026.

"Saya belum tahu, nanti mungkin habis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin," kata Brian.

Ia juga menjelaskan belum ada perwakilan perguruan tinggi yang diundang dalam rapat kali ini. Meski demikian, penerapan teknologi pengolahan sampah skala mikro telah berjalan di sejumlah kampus, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip), sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah bersiap menerapkannya.

Baca Juga: Mendiktisaintek: Penguasaan Sains dan Teknologi Kunci Survival RI

"Ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus," ucapnya.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026, Brian memaparkan berbagai teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dikembangkan sejumlah kampus. Program pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy menjadi salah satu fokus pembahasan.

"Bapak Presiden memberikan arahan, selain tentu waste-to-energy yang tetap terus berjalan, beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus, tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan," kata Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana, Jakarta, selepas rapat.

Baca Juga: Mendiktisaintek Sebut Prabowo Ingatkan Rektor-rektor Pergeseran Geopolitik

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mempercepat tahapan pengembangan, termasuk uji coba teknologi yang dirancang untuk mengolah hingga 10 ton sampah per hari, setara dengan rata-rata produksi sampah di tingkat kelurahan. Uji coba ditargetkan dapat dilaksanakan di sejumlah kelurahan dan desa pada 2026.

Teknologi yang dibahas meliputi metode gasifikasi, plasma-assisted, dan reaktor plasma dingin. Jika implementasi berjalan optimal, diharapkan volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan karena sampah rumah tangga sudah diolah di tingkat desa atau kelurahan.

Brian menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna memastikan penggunaan teknologi tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

(Sumber: Antara) 

x|close