Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencanangkan Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB) sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Asri. Deklarasi tersebut digelar dalam agenda Town Hall Meeting bersama sejumlah wali kota di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 Februari 2026.
Program ini digagas sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dan tingginya risiko bencana di Indonesia. AHY menuturkan bahwa pengembangan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka biru (RTB) tidak hanya berfungsi mempercantik kota, lebih dari itu, ia berharap bisa membantu mitigasi bencana alam.
Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Karena itu, keberadaan ruang terbuka hijau dan biru harus dirancang sebagai bagian dari sistem perlindungan kota.
"Kita tahu risiko bencana di Indonesia begitu tinggi. Oleh karena itu, RTH dan RTB ini, ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru ini, diharapkan juga menjadi lokasi yang bisa membantu menanggulangi atau memitigasi bencana alam," ucapnya.
AHY (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Menko AHY: Penataan Ruang Harus Jadi Panglima Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
Ia mencontohkan, saat terjadi hujan ekstrem dengan debit air berlebih, kawasan ruang terbuka hijau dan biru dapat berfungsi sebagai area resapan dan penampungan air untuk mengurangi potensi banjir. Selain itu, keberadaan pepohonan di wilayah perkotaan mampu menyerap karbon, menekan polusi udara, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Menanggapi pertanyaan mengenai fokus wilayah pelaksanaan program, AHY menegaskan bahwa Galang RTHB merupakan gerakan nasional yang diterapkan secara menyeluruh, mulai dari Aceh hingga Papua. Program ini tidak hanya menyasar kota besar, tetapi juga kabupaten di seluruh Indonesia.
Meski demikian, pemerintah memberikan perhatian khusus pada wilayah perkotaan. Hal ini sejalan dengan tren global urbanisasi yang terus meningkat. Diperkirakan sekitar 70 persen penduduk akan tinggal dan beraktivitas di kota-kota besar dalam beberapa dekade mendatang.
"Oleh karena itu, kita fokus pada kota-kota kita dan kita siapkan daya dukung kota yang juga tetap bisa menjamin kehidupan yang nyaman untuk semua. Nah, yang paling penting dan tadi digarisbawahi dari gerakan ini adalah bagaimana kota-kota itu juga punya daya tahan terhadap bencana," ujar AHY.
AHY (NTVNews.id/Adiansyah)