BPOM Awasi Takjil di 38 Provinsi Jelang Ramadhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 15:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Kepala BPOM dalam konferensi pers Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026) menyatakan BPOM membina 2.407 pedagang takjil bermasalah di 513 lokasi pengawasan di 38 provinsi guna memastikan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadhan aman dan sehat untuk dikonsumsi.  ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo Tangkapan layar - Kepala BPOM dalam konferensi pers Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026) menyatakan BPOM membina 2.407 pedagang takjil bermasalah di 513 lokasi pengawasan di 38 provinsi guna memastikan pangan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadhan aman dan sehat untuk dikonsumsi. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan membina 2.407 pedagang takjil bermasalah di 513 lokasi pengawasan yang tersebar di 38 provinsi guna memastikan pangan yang dijual selama Ramadhan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan pembinaan dilakukan agar pelaku usaha tidak lagi menggunakan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual.

BPOM melakukan pengujian terhadap 5.447 sampel pangan takjil dari berbagai daerah di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 108 sampel atau sekitar 2 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat keamanan pangan.

Baca Juga: Ciri-ciri Takjil Mengandung Pewarna Berbahaya

Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 sampel mengandung formalin, 35 sampel mengandung rhodamin B, 22 sampel mengandung boraks, dan satu sampel mengandung pewarna tekstil metanil yellow.

Bahan berbahaya tersebut ditemukan pada sejumlah produk seperti mi kuning, tahu, kerupuk, lontong, hingga minuman berwarna mencolok.

Baca Juga: Pemkot Jaksel Temukan Mi Kuning Berformalin di Pasar Kebayoran Lama

Selain itu, BPOM juga menemukan pelanggaran pada produk pangan di kawasan grosir Pasar Rebo, Jakarta, seperti izin edar yang sudah kedaluwarsa, penggunaan nomor izin edar milik produk lain, hingga pemalsuan identitas produk.

Meski demikian, BPOM menyebut tidak semua pedagang takjil bermasalah. Di salah satu sentra takjil di Makassar, seluruh 45 sampel yang diuji justru memenuhi standar keamanan pangan.

(Sumber: Antara)

x|close