Ntvnews.id, Istanbul - Presiden sementara Delcy Rodriguez menegaskan pada Kamis, 12 Februari 2026 bahwa dirinya memegang kendali penuh atas pemerintahan Venezuela. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas tudingan bahwa Amerika Serikat mengendalikan Caracas di tengah dinamika politik yang berkembang.
“Saya dapat mengatakan bahwa saya memegang kendali kepresidenan Venezuela, sebagaimana secara jelas dinyatakan dalam konstitusi Venezuela,” kata Rodriguez kepada NBC News.
“Dan dari banyaknya pekerjaan yang saya miliki, dari betapa sibuknya saya, saya dapat mengatakan ini adalah pekerjaan yang sangat, sangat berat dan kami melaksanakannya sepenuhnya dari hari ke hari,” tambahnya.
Situasi politik Venezuela memanas setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap pasukan AS pada awal Januari dan dibawa ke New York untuk ditahan di fasilitas penahanan federal.
Di tengah kondisi tersebut, Rodriguez mengambil langkah untuk menata kembali hubungan dengan Washington pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, sembari menghadapi tekanan politik di dalam negeri.
Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright tiba di Caracas pada Rabu, 11 Februari 2026 guna meninjau sektor minyak Venezuela dan melakukan pembicaraan dengan pemerintahan sementara.
Baca Juga: AHY Sebut Venezuela Jadi Contoh Ekstrem Dunia yang Abaikan Aturan Internasional
Pertemuan tersebut berfokus pada rencana restrukturisasi besar di sektor energi demi menggerakkan kembali perekonomian nasional serta membuka jalan bagi integrasi cadangan minyak Venezuela ke pasar global.
Rodriguez juga kembali menegaskan legitimasi Maduro sebagai kepala negara.
“Saya dapat mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro adalah presiden yang sah. Saya akan mengatakan ini sebagai seorang pengacara, seperti yang saya lakukan. Baik Presiden Maduro maupun Cilia Flores, ibu negara, keduanya tidak bersalah,” tegasnya.
“Saya telah diundang ke Amerika Serikat. Kami sedang mempertimbangkan untuk datang ke sana setelah kami menjalin kerja sama ini dan kami dapat melangkah maju dengan semuanya,” ujarnya.
Menanggapi kemungkinan pemimpin oposisi Maria Corina Machado kembali ke Venezuela, Rodriguez menyampaikan pandangannya secara terbuka.
“Mengenai kehidupannya, kami tidak memahami mengapa ada keributan tentang hal itu.”
“Mengenai kembalinya dia ke negara ini, dia akan harus memberi jawaban kepada Venezuela. Mengapa dia menyerukan intervensi militer, mengapa dia menyerukan sanksi terhadap Venezuela, dan mengapa dia merayakan tindakan yang terjadi pada awal Januari,” tambahnya.
Meski Machado sempat menghadiahkan medali Nobel Perdamaian kepada Trump, hingga kini ia belum memperoleh dukungan politik penuh dari Washington.
Baca Juga: Ribuan Warga Venezuela Desak Pembebasan Nicolas Maduro
(Sumber: Antara)
Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. /ANTARA/Xinhua/am. (Antara)