Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah unggahan di TikTok menampilkan foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, disertai narasi bahwa Trump akan “memulangkan” Maduro jika Indonesia melepaskan wilayah Aceh.
Dalam unggahan itu tertulis:
“Ronald Trump Akan Pulangkan Presiden Venezuela Maduro Jika Indonesia Lepaskan Aceh”
Namun pertanyaan yang muncul adalah: benarkah Trump akan memulangkan Presiden Venezuela apabila Indonesia “melepaskan” Aceh?
Baca Juga: Rodriguez Tegaskan Dirinya Memimpin Venezuela, Bantah Klaim AS Kendalikan Caracas
Unggahan yang menarasikan Trump akan pulangkan Presiden Venezuela jika Aceh merdeka. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (TikTok) (Antara)
Baca Juga: AHY Sebut Venezuela Jadi Contoh Ekstrem Dunia yang Abaikan Aturan Internasional
Berdasarkan penelusuran, faktanya tidak ditemukan pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat atau Donald Trump yang menyebutkan hal tersebut. Klaim itu tidak punya dasar dari sumber resmi manapun.
Hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat justru lebih banyak dibahas dalam konteks kerja sama ekonomi, termasuk kerja sama perdagangan dan pembicaraan perjanjian tarif yang kemungkinan akan diteken antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump setelah draft disusun.
Sementara itu, terkait Presiden Venezuela, Nicolás Maduro memang dilaporkan pernah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat di Caracas pada awal Januari 2026 dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal. Pemerintah AS menyatakan hubungan dengan pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodríguez berjalan baik dan kegiatan kunjungan pejabat AS dapat meningkatkan peluang kerja sama, khususnya di sektor energi.
Dengan demikian, narasi yang menyebut bahwa Donald Trump akan memulangkan Nicolás Maduro dengan syarat Indonesia melepaskan Aceh merupakan informasi yang tidak berdasar atau hoaks.
(Sumber: Antara)
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Trump pada saat sesi foto Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Sharm el-Sheikh untuk Perdamaian di Gaza, Palestina, di Kota Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin, 13 Oktober 2025. (ANTARA/HO-Bir (Antara)