Ntvnews.id, Jakarta - Upaya pengejaran terhadap seorang buronan kasus tawuran maut di Kota Padang berubah menjadi aksi penyergapan tidak biasa ketika Tim Klewang Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang memilih turun langsung ke lapangan dengan cara yang tak lazim, menyamar sebagai pengamen.
Tersangka bernama Rahel Gusnaedi alias Een (18) telah menghilang selama enam bulan setelah terlibat dalam tawuran yang menewaskan seorang pelajar. Pelariannya sempat membawanya hingga ke Pulau Jawa. Ketika informasi muncul bahwa ia berniat pulang ke kampung halaman, tim khusus ini segera mempersiapkan langkah penyergapan.
Baca Juga: Truk Tangki Terbakar Hebat di Tol Cipali
Untuk memastikan proses penangkapan berlangsung aman bagi penumpang umum, Tim Klewang merancang strategi yang tidak menimbulkan kecurigaan. Aiptu David Riko Dermawan, yang memimpin operasi ini, memutuskan naik ke bus Antar Kota Antar Provinsi rute Jakarta–Padang. Bus yang ditumpangi tersangka merupakan armada milik MPM.
Bus tersebut dihentikan begitu memasuki perbatasan Indarung, lalu Aiptu David melangkah naik sambil berpenampilan layaknya pengamen. Tanpa menimbulkan perhatian lebih, ia berjalan menyusuri lorong bus sebagaimana pengamen pada umumnya. Begitu mencapai kursi tempat tersangka duduk, ia bertindak cepat dan langsung memborgol tangan Rahel Gusnaedi.
Tersangka tidak sempat bereaksi karena sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya telah menjadi target operasi. Penangkapan berlangsung singkat, tidak gaduh, dan tidak mengganggu penumpang lain. Setelah diborgol, ia segera dibawa turun dan digiring menuju markas Polresta Padang untuk pemeriksaan lanjutan.
Baca Juga: Seorang WNI Diduga Gabung Tentara Israel, Kemlu Bilang Begini
Aksi penyamaran ini kemudian viral di media sosial dan mendapat pujian luas dari warganet. Banyak yang mengapresiasi kecerdikan serta keberanian petugas dalam menjalankan tugas di ruang publik tanpa menimbulkan kepanikan.
Kasus tawuran yang menyeret nama Rahel sebelumnya sempat memicu perhatian besar masyarakat karena menyebabkan seorang pelajar kehilangan nyawa. Enam bulan pelarian akhirnya berakhir ketika ia berhasil ditangkap melalui strategi penyamaran yang tidak terduga tersebut, dan kini ia harus menghadapi proses hukum atas perbuatannya.
Polisi Nyamar Jadi Pengamen Tangkap Pelaku Tawuran (Instagram)