Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia merupakan indikator penting yang menggambarkan persepsi tingkat korupsi di sektor publik berdasarkan penilaian para pelaku usaha dan pakar. Skor ini kerap dijadikan tolok ukur integritas tata kelola pemerintahan, efektivitas penegakan hukum, serta komitmen negara dalam memberantas praktik korupsi.
Ketika capaian IPK berada dalam kategori rendah atau stagnan, hal tersebut menjadi sinyal peringatan bahwa upaya perbaikan sistem belum berjalan optimal dan masih diperlukan langkah-langkah pembenahan yang lebih serius.
Isu tersebut diangkat dalam program Merah Putih yang tayang pada malam ini Rabu, 18 Februari 2026 pukul 20.00 WIB di Nusantara TV. Dengan tajuk “Rapor Merah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia”, diskusi ini menghadirkan Special Host Muhammad Irsal bersama sejumlah narasumber, yakni Yassar Aulia selaku Peneliti CWI, Abraham Samad yang merupakan Eks Ketua KPK, serta Ferdian Yazid sebagai Manajer Program Transparency International Indonesia.
Kehadiran para pembicara dari latar belakang berbeda ini diharapkan mampu memberikan pandangan komprehensif mengenai kondisi pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Melalui diskusi terbuka ini, publik diajak untuk melihat persoalan korupsi secara lebih luas dan kritis. Rapor merah yang disematkan pada IPK Indonesia hendaknya dimaknai sebagai momentum evaluasi dan pembenahan bersama.
Program Merah Putih bertajuk “Rapor Merah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia” yang tayang Rabu, 18 Februari 2026 pukul 20.00 WIB di Nusantara TV, menghadirkan Special Host Muhammad Irsal bersama narasumber Yassar Aulia, Abraham Samad, dan Ferdian Yazid.